Minggu, 28 November 2010 | By: r1ezHkha.cHe

I remember...The way you glanced at me, yes I remember
I remember...When we caught a shooting star, yes I remember
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

Do you remember..?
When we were dancing in the rain in that december
And I remember..When my father thought you were a burglar
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

I REMEMBER
I remember.. The way you read your books,
yes I remember
The way you tied your shoes,
yes I remember
The cake you loved the most,
yes I remember
The way you drank you coffee,
I remember
The way you glanced at me, yes I remember
When we caught a shooting star,
yes I remember
When we were dancing in the rain in that december
And the way you smile at me,
yes I remember Selengkapnya...

Minggu, 21 November 2010 | By: r1ezHkha.cHe

Dampak Pemanasan Global terhadap Kesehatan

Pemanasan global akan mempengaruhi perubahan lingkungan seperti: perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.

Perubahan cuaca dan lautan
apat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

Pergeseran ekosistem
dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

Degradasi Lingkungan

yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain. Selengkapnya...

Minggu, 07 November 2010 | By: r1ezHkha.cHe

organiK

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak.
Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.
Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.*Jenis-jenis sampah*

1.1 Tempat penampungan sampah Berdasarkan sumbernya

Sampah alam
Sampah manusia
Sampah konsumsi
Sampah nuklir
Sampah industri
Sampah pertambangan

1.2 Berdasarkan sifatnya
2.1 Sampah organik - dapat diurai (degradable)
2.2 Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)

Sampah Alam
Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.

Sampah manusia
Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.

Sampah Konsumsi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sampah konsumsi
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.

Limbah radioaktif
Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktifitas tempat-tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih dilakukan).
Selengkapnya...

Pengolahan Sampah Organik

Sampah organik yang dihasilkan oleh sebuah rumah tangga atau 1 Kepala Keluarga (KK) yang beranggota 5 orang (bapak, ibu, 2 anak dan 1 pembantu) setiap hari kurang lebih 2 kg. Kalau sebuah Rukun Tetangga (RT) terdiri dari 40 KK dan sebuah Rukun Warga (RW) terdiri dari 10 RT, maka bisa dihitung berapa jumlah sampah organik yang memerlukan pengelolaan selanjutnya, atau biasa disebut “dibuang”.
Untuk mengubah pola pikir bahwa sampah kita tanggung jawab kita yang menghasilkan, dan mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi mengelola sampah perlu upaya yang tidak mudah dan memerlukan waktu.

Dari pengalaman dan pembelajaran, Kebun Karinda menawarkan sebuah model bagi RT/RW yang ingin mandiri dalam pengelolaan sampah organiknya, namun untuk keberhasilannya diperlukan beberapa syarat:
Pertama: Kegiatan ini diorganisir oleh pemimpin masyarakat setempat (Ketua RT/RW), dibantu sebuah tim pelaksana (Komite Lingkungan).
Kedua: Dibangun komitmen di antara seluruh warga, lingkungan bagaimana yang ingin dicapai.
Ketiga: Ada pendampingan agar kegiatan berkelanjutan, kader/motivator yang mendampingi harus sudah berpengalaman melakukan pengomposan.
Keempat: Proses pengomposan dipilih yang tidak menimbulkan bau ialah proses fermentasi.

Sampah organik rumah tangga yang segar dan lunak, sangat mudah dikomposkan. Pengomposan dapat dilakukan secara individual di setiap rumah atau secara komunal oleh Komite Lingkungan RT/RW.

Pengomposan Individual

Kebun Karinda menyarankan pengomposan dengan metode Takakura. Jika dilakukan dengan benar dalam proses tidak ada bau busuk dan higienis. Tidak memerlukan tempat luas, tetapi tidak boleh kena hujan atau sinar matahari langsung.

Sampah organik dipisahkan dari sampah anorganik (kegiatan ini disebut “memilah sampah”) kemudian dicacah menjadi berukuran 2 cm x 2 cm agar mudah dicerna mikroba kompos. Wadahnya boleh keranjang cucian isi 40 L atau lebih dikenal dengan Keranjang Takakura, ember bekas cat atau kaporit (isi 25 L), drum bekas yang dipotong menjadi 2 bagian (isi 100 L), keranjang rotan atau bambu yang isinya lebih dari 25 L untuk mempertahankan suhu kompos. Pemilihan wadah tergantung bahan yang tersedia, selera dan banyaknya sampah setiap hari.

Sampah harus dimasukkan wadah kompos setiap hari (sebelum menjadi busuk) dan diaduk sampai ke dasar wadah supaya tidak becek di bagian bawah. Pengadukan juga dimaksud untuk memasukkan oksigen yang diperlukan untuk pernapasan mikroba kompos. Jika wadah sudah penuh, kompos baru bisa dipanen jika sudah matang.

Pengomposan dimulai lagi dengan wadah lain, dengan aktivator sebagian kompos yang masih panas dari wadah pertama. Kompos setengah jadi ini bisa juga dikirim ke pengomposan komunal untuk diproses bersama-sama. Sebagian ditinggal dalam wadah untuk dijadikan aktivator. Warga akan mendapat hasil panen kompos, atau membelinya dengan harga khusus.

Pengomposan Komunal

Memerlukan bangunan tanpa dinding, atapnya bisa dari plastik terpal, daun kirai, plastik gelombang, genteng dan sebagainya tergantung dana yang tersedia. Lantainya bisa tanah, semen atau paving blok. Kita bisa menyebutnya sebagai “Rumah Kompos”.

Untuk wadah pengomposan sampah organik rumah tangga dapat dibuat bak atau kotak dari bambu, kayu, paving blok, bata dan sebagainya. Agar dapat menyimpan panas, kotak harus memiliki volume paling sedikit 500 L atau memiliki panjang 75 cm, lebar 75 cm dan tinggi 1 m. Salah satu sisinya harus bisa dibuka, untuk mengeluarkan adonan kompos jika seminggu sekali dibalik. Banyaknya kotak tergantung jumlah sampah yang akan dikelola.

Hal penting agar tempat pengomposan bersih dan tidak berbau busuk, sampah yang masuk hanya sampah orgaik saja. Warga harus memilah sampahnya di rumah masing-masing (mengikuti RUU Persampahan). Di depan rumah tidak perlu ada bak sampah, tetapi disediakan dua wadah sampah untuk sampah organik dan anorganik. Petugas pengangkut sampah mengambilnya dengan gerobak sampah yang diberi sekat. Sampah organiknya diturunkan di Rumah Kompos.

Selanjutnya oleh petugas dicacah (manual atau dengan mesin pencacah). Jika menggunakan mesin pencacah, agar sampah tidak mengeluarkan air dan untuk menambahkan unsur Karbon, dicampurkan terlebih dahulu serbuk gergaji. Jika pencacahan secara manual, serbuk gergaji dicampurkan sebelum masuk wadah kompos. Aktivator yang digunakan adalah adonan kompos yang masih aktif atau belum selesai berproses. Jika menggunakan mesin pencacah, aktivator ditambahkan sebelum masuk mesin.

Adonan kompos dari sampah organik rumah tangga jika diaduk setiap hari, akan matang dalam waktu kurang lebih 10-14 hari, namun harus distabilkan dahulu sampai suhu menjadi seperti suhu tanah, kira-kira makan waktu 2 minggu baru bisa dipanen. Jika akan dikemas diayak terlebih dahulu untuk memisahkan bagian yang kasar atau belum menjadi kompos.

Jika tanah yang tersedia cukup luas dan sampahnya cukup banyak, pengomposan dapat dilakukan dengan sistem open windrow yaitu dengan timbunan-timbunan yang memerlukan pembalikan. Kompos setengah jadi yang dikirim oleh warga dicampurkan ke adonan kompos yang sudah berusia kurang lebih 1 minggu, dan akan matang bersama-sama.

Pemanfaatan Kompos

Kompos yang dibuat melalui proses termofilik aerobik seperti ini, kualitasnya “super”. Kaya akan unsur yang diperlukan tanaman agar tumbuh subur. Harganya bisa mencapai lebih dari Rp.1000/kg.

Jika ingin ditingkatkan lagi harganya, kita bisa membibit dan menjual tanaman bunga, sayuran dan tanaman obat yang dipupuk dengan kompos buatan sendiri.

Tim Pelaksana

Dibentuk Komite Lingkungan oleh Pengurus RT/RW dan selanjutnya diperlukan peran serta warga sehingga kegiatan ini menjadi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.

Tugas dan tanggung jawab masing-masing:

1. Komite Lingkungan:
Pertama: Relawan yang peduli lingkungan, memiliki kemampuan dan waktu.
Kedua: Mengorganisasi warga dalam kegiatan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.
Ketiga: Melatih dan meningkatkan keterampilan kader sebagai motivator dan tenaga pelaksana pengomposan.
Keempat: Mengendalikan proses pengomposan agar dihasilkan kompos yang memenuhi syarat.

2. Dewan Kelurahan, Tim Penggerak PKK dan Karang Taruna
Pertama: Menjadi relawan kader lingkungan, motivator kegiatan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.
Kedua: Mengajarkan dan menggerakkan warga untuk memilah sampah.
Ketiga: Pendampingan dalam proses pengomposan di rumah tangga.

3. Petugas Pelaksana Pengomposan
Merupakan tenaga tetap yang melaksanakan proses pengomposan.

Usaha Mandiri RT/RW

Sebagai modal awal yang meliputi sarana dan prasarana, pelatihan TOT kader/motivator perlu dukungan Pemerintah melalui proposal yang meyakinkan yang disusun oleh Pengurus RT/RW. Diharapkan kegiatan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat ini nantinya dapat mandiri dari penjualan kompos dan produk-produk turunannya (tanaman hias, sayuran, tanaman obat).

Lingkungan menjadi bersih, teduh dan asri, masyarakat terjaga kesehatannya karena pengelolaan sampah merupakan bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan inspirasi bagi Pengurus RT/RW yang ingin mandiri dalam mengurus sampah warganya. Tentunya tingkat keberhasilan akan lebih tinggi jika aparat di atasnya (Lurah, Camat Bupati/Walikota) dan instansi terkait ikut berperan serta dengan memberikan dorongan dan apresiasi.
Selengkapnya...

peNgertiAn saMpah oRganiK

Sebagai makhluk hidup, kita pasti menghasilkan sisa yang kita kenal sebagai sampah. Sebetulnya sampah itu apa sich ? Menurut Kamus Istilah Lingkungan , “Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. Sedangkan kata Bapak Dr. Tandjung, M.Sc. , “Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”.
Untuk lebih mengenal sampah, marilah kita belajar tentang jenis-jenis sampah.
Jenis Sampah Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai: 1. Sampah Organik
Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.
2. Sampah Anorganik
Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.
Selengkapnya...

SamPaH oRgAniK

Jika kita berjalan-jalan ke pasar tradisional, pastilah akan kita jumpai sampah sayur-sayuran dan buah-buahan yang berton-ton jumlahnya. Sebagaimana sampah-sampah organik lainnya seperti kotoran ternak, ampas tebu, dan lain-lain, umumnya sampah organik tersebut tidak banyak dimanfaatkan, tetapi dibiarkan menumpuk dan membusuk, sehingga dapat menggangu pemandangan dan mencemari lingkungan. Salah satu cara penanggulangan sampah organik yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia adalah dengan menerapkan teknologi anerobik untuk menghasilkan biogas.

Secara ilmiah, biogas yang dihasilkan dari sampah organik adalah gas yang mudah terbakar (flammable). Gas ini dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi tanpa udara). Umumnya, semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas. Tetapi hanya bahan organik homogen, baik padat maupun cair yang cocok untuk sistem biogas sederhana. Bila sampah-sampah organik tersebut membusuk, akan dihasilkan gas metana (CH4) dan karbondioksida (CO2). Tapi, hanya CH4 yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Umumnya kandungan metana dalam reaktor sampah organik berbeda-beda. Zhang et al. 1997 dalam penelitiannya, menghasilkan metana sebesar 50-80% dan karbondioksida 20-50%. Sedangkan Hansen (2001) , dalam reaktor biogasnya mengandung sekitar 60-70% metana, 30-40% karbon dioksida, dan gas-gas lain, meliputi amonia, hidrogen sulfida, merkaptan (tio alkohol) dan gas lainnya. Tetapi secara umum rentang komposisi biogas adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Komposisi Biogas
Komponen %
Metana (CH4)
Karbon dioksida (CO2)
Nitrogen (N2)
Hidrogen (H2)
Hidrogen sulfida (H2S)
Oksigen (O2) 55-75
25-45
0-0.3
1-5
0-3
0.1-0.5

Dalam skala laboratorium, penelitian di bidang biogas tidak membutuhkan biaya yang besar tetapi harus ditunjang dengan peralatan yang memadai. Perangkat utama yang digunakan terutama adalah tabung digester, tabung penampung gas, pipa penyambung, katup, dan alat untuk identifikasi gas. Untuk mengetahui terbentuk atau tidaknya biogas dari reaktor, salah satu uji sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan uji nyala. Biogas dapat terbakar apabila mengandung kadar metana minimal 57% yang menghasilkan api biru (Hammad et al., 1999). Sedangkan menurut Hessami (1996), biogas dapat terbakar dengan baik jika kandungan metana telah mencapai minimal 60%. Pembakaran gas metana ini selanjutnya menghasilkan api biru dan tidak mengeluarkan asap.

Mekanisme Pembentukan Biogas
Sampah organik sayur-sayuran dan buah-buahan seperti layaknya kotoran ternak adalah substrat terbaik untuk menghasilkan biogas (Hammad et al, 1999). Proses pembentukan biogas melalui pencernaan anaerobik merupakan proses bertahap, dengan tiga tahap utama, yakni hidrolisis, asidogenesis, dan metanogenesis. Tahap pertama adalah hidrolisis, dimana pada tahap ini bahan-bahan organik seperti karbohidrat, lipid, dan protein didegradasi oleh mikroorganisme hidrolitik menjadi senyawa terlarut seperti asam karboksilat, asam keto, asam hidroksi, keton, alkohol, gula sederhana, asam-asam amino, H2 dan CO2. Pada tahap selanjutnya yaitu tahap asidogenesis senyawa terlarut tersebut diubah menjadi asam-asam lemak rantai pendek, yang umumnya asam asetat dan asam format oleh mikroorganisme asidogenik. Tahap terakhir adalah metanogenesis, dimana pada tahap ini asam-asam lemak rantai pendek diubah menjadi H2, CO2, dan asetat. Asetat akan mengalami dekarboksilasi dan reduksi CO2, kemudian bersama-sama dengan H2 dan CO2 menghasilkan produk akhir, yaitu metana (CH4) dan karbondioksida (CO2).

Pada dasarnya efisiensi produksi biogas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor meliputi : suhu, derajat keasaman (pH), konsentrasi asam-asam lemak volatil, nutrisi (terutama nisbah karbon dan nitrogen), zat racun, waktu retensi hidrolik, kecepatan bahan organik, dan konsentrasi amonia. Dari berbagai penelitian yang penulis peroleh, dapat dirangkum beberapa kondisi optimum proses produksi biogas yaitu :

Tabel 2. Kondisi Optimum Produksi Biogas
Parameter Kondisi Optimum
Suhu
Derajat Keasaman
Nutrien Utama
Nisbah Karbon dan Nitrogen
Sulfida
Logam-logam Berat Terlarut
Sodium
Kalsium
Magnesium
Amonia 35oC
7 – 7,2
Karbon dan Nitrogen
20/1 sampai 30/1
< 200 mg/L < 1 mg/L < 5000 mg/L < 2000 mg/L < 1200 mg/L < 1700 mg/L Parameter-parameter ini harus dikontrol dengan cermat supaya proses pencernaan anaerobik dapat berlangsung secara optimal. Sebagai contoh pada derajat keasaman (pH), pH harus dijaga pada kondisi optimum yaitu antara 7 – 7,2. Hal ini disebabkan apabila pH turun akan menyebabkan pengubahan substrat menjadi biogas terhambat sehingga mengakibatkan penurunan kuantitas biogas. Nilai pH yang terlalu tinggipun harus dihindari, karena akan menyebabkan produk akhir yang dihasilkan adalah CO2 sebagai produk utama. Begitupun dengan nutrien, apabila rasio C/N tidak dikontrol dengan cermat, maka terdapat kemungkinan adanya nitrogen berlebih (terutama dalam bentuk amonia) yang dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri. Nilai Potensial Biogas Biogas yang bebas pengotor (H2O, H2S, CO2, dan partikulat lainnya) dan telah mencapai kualitas pipeline adalah setara dengan gas alam. Dalam bentuk ini, gas tersebut dapat digunakan sama seperti penggunaan gas alam. Pemanfaatannya pun telah layak sebagai bahan baku pembangkit listrik, pemanas ruangan, dan pemanas air. Jika dikompresi, biogas dapat menggantikan gas alam terkompresi yang digunakan pada kendaraan. Di Indonesia nilai potensial pemanfaatan biogas ini akan terus meningkat karena adanya jumlah bahan baku biogas yang melimpah dan rasio antara energi biogas dan energi minyak bumi yang menjanjikan. Berdasarkan sumber Departemen Pertanian, nilai kesetaraan biogas dengan sumber energi lain adalah sebagai berikut : Tabel 3. Kesetaraan biogas dengan sumber energi lain Bahan Bakar Jumlah Biogas Elpiji Minyak tanah Minyak solar Bensin Gas kota Kayu bakar 1 m3 0,46 kg 0,62 liter 0,52 liter 0,80 liter 1,50 m3 3,50 kg Penutup Meskipun penelitian di bidang biogas bukanlah aspek baru dalam riset kimia, tetapi tidak menutup kemungkinan akan adanya pengembangan dalam penyempurnaan teknologi anaerobik untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas biogas yang lebih baik. Setidaknya beberapa misteri dalam bidang penelitian ini masih memerlukan pemikiran yang mendalam untuk memperoleh jawabannya seperti penentuan bakteri anaerobik yang paling baik, penentuan starter, pencarian bahan baku dan waktu optimum proses anaerobik. Selain itu, penelitian dibidang ini termasuk gampang-gampang susah dalam artian, meskipun secara terori dapat dihasilkan gas metana, tetapi dalam prakteknya terkadang para peneliti hanya mendapatkan sedikit sekali gas metana bahkan tidak sama sekali. Sisi positif yang dapat kita ambil dari pengembangan teknologi anaerobik adalah bahwa tidak ada sesuatu pun yang tidak bermanfaat di bumi ini bahkan sebuah sampah sekalipun. Dengan teknologi anaerobik, selain memperoleh biogas, manfaat lainnya adalah akan diperoleh pupuk organik dengan kualitas yang tinggi, yang sangat kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, lignin, dan lain-lain yang tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia.
Selengkapnya...

Senin, 01 November 2010 | By: r1ezHkha.cHe

tHe liBrarY

Aku Tiara, Sehabis pulang sekolah aku biasa ke perpustakaan sekolah, selain aku suka membacaaku adalah pengurus perpustakaan disekolah biasanya saat istirahat aku berjaga disana,ya walau baru seminggu ini.tapi setelah pulang sekolah aku hanya merapihkan perpustakaan itu sambil mengecek kembalibuku yang dipinjam pd hari tersebut dan beberapa buku yang dikembalikan pada hari itu. Sebenernya sih agak takut juga karna di siang hari bolong aku hanya sendiri di perpustakaantapi karna tuntutan tanggung jawab dari sekolah aku terpaksa memberanikan diri. sebenernya dariawal mulai jaga aku tidak takut bahkan sama sekali. tapi sejak kejadian itu... 3 hari yang lalu ( Saat Kejadian )Waktu itu hujan deras kira2 pukul 03.12 wib. aku sedang membereskan buku yang dipinjamanak kelas 1, aku tidak tahu perasaan aku waktu itu gk enak bgt.. dan aku sengaja dengerin musikdi perpus biar perasaan itu sedikit hilang,tapi aku merasa ada yg janggal ada yang menatapkutapi aku tidak tahu dari mana asalnya.pada jam 03.34 aku berniat untuk pulang, seperti biasanya aku memang suka pulang jam tigal lewat.tapi hari itu beda hujan menghentikan langkah ku untuk pulang kerumah, akhirnya aku kembalike perpustakaan untuk membaca buku sambil menunggu hujan reda.tapi saat aku melewati kelas XI Ipa 1, yang kebetulan tidak jauh dari perpustakaan terlihat1 wanita seperti anak kelas 1 menggenakan seragam sedang masuk kedalam perpustakaan." Siapa wanita itu padahal kunci perpustakaan ada padaku ? " Aku bertanya didalam hatiku.tapi karna kebetulan hujan langsung reda aku langsung saja pulang dan menitipkan kunci ke satpamdan sebelum menitipkan kunci aku sempat bertanya" Mang,Toto ( Begitu panggilannya ), Tadi aku lihat anak kelas 1 gitu, masuk ke perpusSiapa ya? Padahal kunci masih ada padaku" TanyakuMang toto Sempat diam dan menjawab "ah itu paling cuma bayangan eneng aja "" Apa jangan2 han" Pekataan ku langsung terpotong karna aku lihat wanita itu lagi di depan perpus. Sampai pulang kerumahAku langsung mandi dan segera mengerjakan tugas yang belum selesai tadi disekolah.tapi saat mengerjakan aku jadi ingat kejadian tadi, tapi aku belum berani untuk menceritakannyakarna aku juga gk ngerti apa itu hanya pikiranku atau hanya sebuah khayalan yang berlebihan.dan untuk menenangkan pikiranku aku langsung saja mengambil air wudhu dan bersiap untukshalat. Jam 06.20 Aku berangkat sekolah, kebetulan di angkot aku betemu siska(Teman sebangku) Dansiska bertanya padaku " eh Tiara, kemarin saat istirahat kamu nggak diperpustakaan yah ?"Dan aku Segera menjawab pertanyaan itu " Iya,Kmarin saat istirahat memang aku tidak tugaskarna saat itu aku dipanggil kepala sekolah untuk melaporkan hasil kunjungan siswa k perpus"Dan Dng lantang Siska berkata" Iya, Kmarin aku mau pinjam novel yang belum aku bacaTapi untung ada anak kelas 1 yang jaga , itu siapa penjaga baru ya?" Dengan shock aku lalu diamdan hanya tersenyum.Setelah kejadian itu akhirnya aku tidak ingin berkata apa-apa beniat agar para siswatidak berhenti mengunjungi perpustakaan karna ada isu hantu!! Tapi wanita itu semakin mengganguku,Aku semakin takut berjaga di perpustakaan, lalu untukmengkomfirmasi itu, aku berniat berkunjung ke Kak.Diaz. Kebetulan selain sbg kakak kelas kudia juga pernah menjaga perpustakaan itu. langsung saja ku ke kelasnya"Permisi ada ka Diaz?" Lalu seorang pria berkaca mata menjawab "Itu dik, disana sedang belajar"" Perimisi ka, ganggu gak?" Dan diaz menjawab " Oh Tiara ya ? Ada apa ?""IYa nih kak, hmmm bingung mau mulai dari mana, Jadi gini wakt'u kakak jaga perpustakaankakak pernah lihat hantu wanita tidak" dgn kaget dia menjawab "Kamu juga lihat?""Ah kakak juga" dan "Syuuutt jgn berisik spertinya dia mengawasi kita jadi pelan2 ya""Baik kak" dan diaz menjelaskan" Jadi gini waktu aku jaga perpus aku juga pernah liat, tapi peristiwa itu aku alami saat kakakgk bisa pulang saat hujan turun, tapi kakak gk sendiri loh kakak ditemeni mira temen kakak,kita berdua melihat wanita berseragam sepeti kita, itu sedang merapihkan buku,kami kira itu penjaga baru tapi, aku heran kalau emang penjaga baru pasti ada konfirmasi dari guru.dan dengan kagetnya tiba-tiba wanita itu hilang"Dan aku menjawab" Aku juga lihat dia menuju perpus, padahal kunci ada padaku"Dan akhirnya aku berniat untuk merapihkan semua perkerjaan saat istirahat karna aku takutnanti dia menghampiriku untuk ketiga kalinya. Huh akhirnya pekerjaan ku selesai dan aku kembali kekelas, jam pelajaran terahkir sudah selesaidan pada hari ini aku bisa pulang cepat dari biasanya, tapi tiba-tiba guru memanggilku dan" Kamu sudah pulang? Tak merapihkan perpus? " Tanyanya" Aku sudah selesaikan semua saat istirahat jadi aku pulang cepat" Dan guru itumeberikan aku tugas untuk mengambil buku Sosiologi bab.8 yangketinggalan di perpus, pada saat itu aku sangat gk nyangkamusibah itu akan datang padaku, tapi dengan segera aku menolaknya secara halus " Maaf buaku ada janji sama ibuku, aku harus mengantarnya ke dokter" Tapi "Ini cuma 5 menit kok lagianbuku itu ada dimejamu kok" Dan aku tak bisa menolak " Baik "Tapi saat menuju perpus aku ingat bahwa ibu guru itu tidak mengunjungi perpus saat istirahatdan saat menoleh tidak ada siapa-siapa!!!aku langsung berlari keluar dan segera menitipkan kunci ke satpam. Sesampainya dirumah aku ditelepon ka.diaz kata ka diaz aku haru menuju rumahnya dan demimenyelesaikan masalah ini aku pergi dengan diantar oleh Mas.Tonny Supir ibuku.Sesampainya dirumah diaz aku langsung disambut dengan teh hangat dan cemilan kecil, tapitak sempat mencicipi aku langsung diberitahu bahwa dia berniat mengunjungi Tamie Walikelas kusaat aku kelas 1 dan ka diaz kelas 2. ka diaz juga pernah menceritakan kejadian itu ke tamiedan katanya tamie punya indra keenam, dan supaya lebih jelas aku kerumah kak.tamie sekalian dengan kak diaz.karna mumpung masih siang kami segera berangkat sebelum sore datang mengganti awan biru menjadi hitam Dirumah kak.tamie kami agak sedikit takut dengan anjing peliharaannya tapi itu baik kok cuma penampilannya saja sangar.tapi saat kami datang ia langsung masuk ke dalam kandangnya. kami disambut baik dengan kak.tamiesetelah cerita-cerita, kata kak tamie dia juga mengalami waktu itu dan lagi-lagi saat hujan dan sama sepertiku dia sendiridan cerita itu sama, pikiran kita bertiga bahwa anak itu anak kelas 1, tapi..kak tami bercerita ia sempat melapor ke kepsek tapi hanya tanggapan dingin dan tidak boleh membocorkan kepada murid laindan sebenernya kak.tamie dapet kabar dari satpam disitu dulu pernah ada murid wanita yang hilang di perpustapi wanita itu hilang kemana ya ? .. Kejadian itu sangat lama dan kak.tamie menceritakan yang di lihat dari indra keenamnyawanita itu bukan hilang tapi pindah kedunia yang tak nyata dan beda dengan kita.setelah itu kami berniat bertanya-tanya lebih ke satpam itu dan karna sudah sore kami berniat untuk pulang. Pada hari ketiga, kak.tamie berniat kesekolah dengan alasan kangen dengan sekolah dan berniat mengunjungi perpus, danalasan itu diterima baik oleh kepsek. dan saat pulang sekolah sengaja kak.diaz dan kak.tamie menemaniku dan menunggu semua guru pulangbaru kami menuju satpam untuk bertanya tapi seperti halnya satpam2 yang lain satpam itu menolak dan untuk demi kebaikanakhirnya satpam itu kembali memanggil kita bertiga dan menjelaskan dan jadi" Dahulu sudah banyak penjaga perpus yang diganti, sebenernya yang siswa tahu sekarang alasan penjaga perpus berganti tiap tahundan diambil dari kelas 2, karna kelas 1 baru tahu lingkup sekolah dan kelas 3 sibuk dengan ujian, padahal dahulu penjaga perpus banyaktapi semenjak kejadian itu, satu penjaga perpus hilang tidak tahu kemana dan dikabarkan hilang karna bunuh diri dan tidak tahumayatnya, dan setelah diselidiki pihak sekolah dari memanggil paranormal wanita itu dihilangkan oleh penunggu lain yang tidaksuka keberadaan anak itu setiap di perpustakaan. tapi siapa penunggu lain itu? semenjak itu aku akhirnya selalu mengkuatkan diri untuk menjaga perpus itu sampai bertahan 1 minggu dengan sekarang , karna niat kubaik menjaga perpustakaan aku juga yakin bahwa aku tidak akan dihilangkan dari duniaku. aku yakin ada alasan lain mengapa penungguitu mengambil anak itu, tapi aku yakin yang aku lihat bukan anak yang diambil, tapi wanita yang mengambil anak itu. dan sampai saat inirahasia itu masih disimpan dan tidak akan diceritakkan kepada murid lain Selengkapnya...