Q tak ingin menjadi mataharimu
yg hanya hadir kala pagimu saja
tak pula menjadi rembulanmu
yg hanya hadir hanya dimalammu saja
namun izinkanlah aku
menjadi angin cintamu
yang kan slalu hadir
stiap saat yg kan kau lewati
dan kan slalu sejukkanmu
dengan mmbawa kedamaian dihatimu
tanpa mmbawa butiran” debu
yg kan kotori indahnya dirimu
Selengkapnya...
Pages
Terpojok aku mengingat kalimat sepintas yang aku dengar dari mulut teman ku, "Gara-gara cewek itu, Rizal pergi meninggalkan kita selamanya", serasa di bakar telinga q mendengarnya. Rizal adalah sosok pria yang begitu q cinta dan sayangi. Dialah segalanya bagiku. Namun takdir tak sepihak dengan keinginanku yang ingin selalu bersamanya. Tuhan lebih dulu memanggilnya untuk menghadap-Nya. Kembali aku teringat peristiwa yang merenggut nyawanya.Begini ceritanya:Saat itu aku masih duduk di bangku SMA kelas XII IPA. Sabtu pagi aku dan Tika, temen sepermainan ku pergi ke Tebing Tinggi untuk mengerjakan tugas praktek UAN ku (kebetulan hari libur nasional jatuh pada hari itu). Lumayan jauh untuk menuju ke tujuan, membutuhkan waktu 30 menit. Seperti biasa aku selalu memberi kabar apabil sedang bepergian kepada Rizal malalui Handpone via sms. "Pa, Mama lagi di jalan mau ke Tebing bareng Tika buat ngerjain tugas praktik UAN Bahasa Inggris ni. Papa lagi dimana?", tanyaku."Belum siap ya syg tugasnya? mw di bantuin gak? ni lagi di rumah Ivan mau latihan Band", begitu balasan pesannya."Boleh deh Pa. tugasnya bikin pidato Bahasa Inggris dan temanya terserah. Bisa??? yang semangat ya latihgannya biar bagus hasilny :)"."Ok mama syag. hati-hati ya", balasnya singkat sekaligus mengakhiri pesan singkat itu.Padahal aku berharap dia ngajakin aku untuk ikut latihan band. biasanya dia selalu ngajakin aku. Tapi yaudahlah aku kan jugak mau ngerjain tugas bareng Tika dan gak mungkin aku telantarin anak orang...hehehehe...Ngerjain tugas itu tadi gak sebentar lo. Butuh waktu 6 jam juga menyelesaikannya. Itu pun belum kelar 100%, masih 85%. Maklum la, aku Bahasa Inggris memang oon banget. Hehehehe...(kalok mau ketawa,ketawa z). Tapi aku dan teman sohib ku gag langsung pulang, kami refreshing otak dulu ke swalayan cuci-cuci mata gak jelas gitu lah. Padahal gag ada satu unit pun kami beli dari situ. Keluar dengan tangan kosong. Namanya juga cuci mata sekalian TP-TP gitu (Tebar Pesona namanya) mana tau ada yang kecantol (emang apa kecantol???hmmm.. gag jelas jug ni.heheheh). Lamunan ku pecah ketika Hape ku berdering menandakan ada pesan masuk, "Yank, lagi dmn? udah pulang?", ternyata sms dari Rizal. Aku pun segera mengetik pesan sms untuknya dan mengatakan kalo sekarang sedang di jalan mau pulang. Namun dia merasa kecewa ketika aku bilang sedang di jalan karna dia ingin jumpa sama aku walaupun hanya sebentar melepas rindu, sehingga dia menyarankan aku untuk balik ke tebing nanti malam. Secara ini malam, malam minggu. Biasanya dia datang ke rumah tapi entah kenapa kali ini dia ingin aku untuk malam minggu di Tebing. Katanya sih karena dia suntuk di rumah sendirian soalnya ortu, kakak dan adiknya pergi ke Medan. Sebenarnya dia di ajak tapi dia gag mau ikut karna kangen sama aku. hmmmm.... Speachless aku jadinya saat itu. Aku pun menolak sarannya. Bukan karan aku gag sayang tapi takud gag di kasih ortu pergi bahkan pasti gag d kasih walaupun belum minta izin. Biasalah namanya juga anak cewek lagian mau pergi naik apa kesana. Huhuhuhu...Akhirnya Rizal memutuskan untuk datang k rumah ku malam itu."Mleqom pa? lagi apa?", rasa kangen ini menggerakkan hati untuk sms Rizal. Tunggu di tunggu tak kunjung ada balasan dari Rizal. Begitu seterusnya. Ku coba untuk mengirimkan pesan yang sama. Dan akhirnya dia membalas pesan ku dan mengatakan bahwa dia jadi untuk datang k erumah ku malam itu dan sekarang lagi siap-siap untuk pergi. Ya dia pergi sendirian. Seperti biasa ku selalu mengatakan hati-hati kepadanya sebagai rasa bentuk perhstianku.Ttepat pukul 07.15 pm balasan pesan terakhirnya masuk d hape ku, "Iya sayang. Papa pasti hati-hati kok. Sayang jangan lupa makan ya... Papa sayang banget sama mama", ntah kenapa jantung ku berdegub kencang tiba-tiba setelah membacaca pesan itu. Hal itu aku rasakan saat pertama kali aku mulai menyayanginya dan timbul kembali saat malam itu. Namun aku tidak mengambil pusing akan keanehah yang aku alami itu. (Pesan itulah terakhir kali aku dapatkan dari sesosok Rizal).Lagi-lagi tak seperti biasanya. 08.00 pm. Sekitar jam segitulah Rizal seharusnya sudah tiba dirumahku dan paling lama setegah jam dari jam 8. Aku pun mendandani wajahku secantik mungkin tak seperti malam-malam minggu sebelumnya. Selesai itu segera aku menuju ke rumah Tika. Aku, Tika dan Rizal sepakat akan bertemu di rumah Tika. Setengah jam sudah aku menunggu Rizal tapi tak kunjung tiba. Aku sms dia tapi pesan ku tak berhasil terkirim dan ku coba untuk menghubungi hapenya tapi tak tersambungkan. Non aktif. Aku tunggu kembali kedatangannya dengan menghabiskan kebosananku lewat tontonan sinetron dan sesekali sambil menghungungi hapenya yang tetap tak tersambungkan. Tika mulai menanyaiku akan kehadiran Rizal, saat itu kepanikan ku semakin menjadi. jam 09.04 pm sudah terlampaui, namun kabar dan kedatangannya nihil
Selengkapnya...
I remember...The way you glanced at me, yes I remember
I remember...When we caught a shooting star, yes I remember
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn
Do you remember..?
When we were dancing in the rain in that december
And I remember..When my father thought you were a burglar
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn
I remember.. The way you read your books,
yes I remember
The way you tied your shoes,
yes I remember
The cake you loved the most,
yes I remember
The way you drank you coffee,
I remember
The way you glanced at me, yes I remember
When we caught a shooting star,
yes I remember
When we were dancing in the rain in that december
And the way you smile at me,
yes I remember
Selengkapnya...
Dampak Pemanasan Global terhadap Kesehatan
Pemanasan global akan mempengaruhi perubahan lingkungan seperti: perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.
apat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.
yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain. Selengkapnya...
organiK
Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.
Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.*Jenis-jenis sampah*
1.1 Tempat penampungan sampah Berdasarkan sumbernya
Sampah alam
Sampah manusia
Sampah konsumsi
Sampah nuklir
Sampah industri
Sampah pertambangan
1.2 Berdasarkan sifatnya
2.1 Sampah organik - dapat diurai (degradable)
2.2 Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)
Sampah Alam
Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.
Sampah manusia
Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.
Sampah Konsumsi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sampah konsumsi
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.
Limbah radioaktif
Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktifitas tempat-tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih dilakukan).
Selengkapnya...
Pengolahan Sampah Organik
Sampah organik yang dihasilkan oleh sebuah rumah tangga atau 1 Kepala Keluarga (KK) yang beranggota 5 orang (bapak, ibu, 2 anak dan 1 pembantu) setiap hari kurang lebih 2 kg. Kalau sebuah Rukun Tetangga (RT) terdiri dari 40 KK dan sebuah Rukun Warga (RW) terdiri dari 10 RT, maka bisa dihitung berapa jumlah sampah organik yang memerlukan pengelolaan selanjutnya, atau biasa disebut “dibuang”.
Untuk mengubah pola pikir bahwa sampah kita tanggung jawab kita yang menghasilkan, dan mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi mengelola sampah perlu upaya yang tidak mudah dan memerlukan waktu.
Dari pengalaman dan pembelajaran, Kebun Karinda menawarkan sebuah model bagi RT/RW yang ingin mandiri dalam pengelolaan sampah organiknya, namun untuk keberhasilannya diperlukan beberapa syarat:
Pertama: Kegiatan ini diorganisir oleh pemimpin masyarakat setempat (Ketua RT/RW), dibantu sebuah tim pelaksana (Komite Lingkungan).
Kedua: Dibangun komitmen di antara seluruh warga, lingkungan bagaimana yang ingin dicapai.
Ketiga: Ada pendampingan agar kegiatan berkelanjutan, kader/motivator yang mendampingi harus sudah berpengalaman melakukan pengomposan.
Keempat: Proses pengomposan dipilih yang tidak menimbulkan bau ialah proses fermentasi.
Sampah organik rumah tangga yang segar dan lunak, sangat mudah dikomposkan. Pengomposan dapat dilakukan secara individual di setiap rumah atau secara komunal oleh Komite Lingkungan RT/RW.
Pengomposan Individual
Kebun Karinda menyarankan pengomposan dengan metode Takakura. Jika dilakukan dengan benar dalam proses tidak ada bau busuk dan higienis. Tidak memerlukan tempat luas, tetapi tidak boleh kena hujan atau sinar matahari langsung.
Sampah organik dipisahkan dari sampah anorganik (kegiatan ini disebut “memilah sampah”) kemudian dicacah menjadi berukuran 2 cm x 2 cm agar mudah dicerna mikroba kompos. Wadahnya boleh keranjang cucian isi 40 L atau lebih dikenal dengan Keranjang Takakura, ember bekas cat atau kaporit (isi 25 L), drum bekas yang dipotong menjadi 2 bagian (isi 100 L), keranjang rotan atau bambu yang isinya lebih dari 25 L untuk mempertahankan suhu kompos. Pemilihan wadah tergantung bahan yang tersedia, selera dan banyaknya sampah setiap hari.
Sampah harus dimasukkan wadah kompos setiap hari (sebelum menjadi busuk) dan diaduk sampai ke dasar wadah supaya tidak becek di bagian bawah. Pengadukan juga dimaksud untuk memasukkan oksigen yang diperlukan untuk pernapasan mikroba kompos. Jika wadah sudah penuh, kompos baru bisa dipanen jika sudah matang.
Pengomposan dimulai lagi dengan wadah lain, dengan aktivator sebagian kompos yang masih panas dari wadah pertama. Kompos setengah jadi ini bisa juga dikirim ke pengomposan komunal untuk diproses bersama-sama. Sebagian ditinggal dalam wadah untuk dijadikan aktivator. Warga akan mendapat hasil panen kompos, atau membelinya dengan harga khusus.
Pengomposan Komunal
Memerlukan bangunan tanpa dinding, atapnya bisa dari plastik terpal, daun kirai, plastik gelombang, genteng dan sebagainya tergantung dana yang tersedia. Lantainya bisa tanah, semen atau paving blok. Kita bisa menyebutnya sebagai “Rumah Kompos”.
Untuk wadah pengomposan sampah organik rumah tangga dapat dibuat bak atau kotak dari bambu, kayu, paving blok, bata dan sebagainya. Agar dapat menyimpan panas, kotak harus memiliki volume paling sedikit 500 L atau memiliki panjang 75 cm, lebar 75 cm dan tinggi 1 m. Salah satu sisinya harus bisa dibuka, untuk mengeluarkan adonan kompos jika seminggu sekali dibalik. Banyaknya kotak tergantung jumlah sampah yang akan dikelola.
Hal penting agar tempat pengomposan bersih dan tidak berbau busuk, sampah yang masuk hanya sampah orgaik saja. Warga harus memilah sampahnya di rumah masing-masing (mengikuti RUU Persampahan). Di depan rumah tidak perlu ada bak sampah, tetapi disediakan dua wadah sampah untuk sampah organik dan anorganik. Petugas pengangkut sampah mengambilnya dengan gerobak sampah yang diberi sekat. Sampah organiknya diturunkan di Rumah Kompos.
Selanjutnya oleh petugas dicacah (manual atau dengan mesin pencacah). Jika menggunakan mesin pencacah, agar sampah tidak mengeluarkan air dan untuk menambahkan unsur Karbon, dicampurkan terlebih dahulu serbuk gergaji. Jika pencacahan secara manual, serbuk gergaji dicampurkan sebelum masuk wadah kompos. Aktivator yang digunakan adalah adonan kompos yang masih aktif atau belum selesai berproses. Jika menggunakan mesin pencacah, aktivator ditambahkan sebelum masuk mesin.
Adonan kompos dari sampah organik rumah tangga jika diaduk setiap hari, akan matang dalam waktu kurang lebih 10-14 hari, namun harus distabilkan dahulu sampai suhu menjadi seperti suhu tanah, kira-kira makan waktu 2 minggu baru bisa dipanen. Jika akan dikemas diayak terlebih dahulu untuk memisahkan bagian yang kasar atau belum menjadi kompos.
Jika tanah yang tersedia cukup luas dan sampahnya cukup banyak, pengomposan dapat dilakukan dengan sistem open windrow yaitu dengan timbunan-timbunan yang memerlukan pembalikan. Kompos setengah jadi yang dikirim oleh warga dicampurkan ke adonan kompos yang sudah berusia kurang lebih 1 minggu, dan akan matang bersama-sama.
Pemanfaatan Kompos
Kompos yang dibuat melalui proses termofilik aerobik seperti ini, kualitasnya “super”. Kaya akan unsur yang diperlukan tanaman agar tumbuh subur. Harganya bisa mencapai lebih dari Rp.1000/kg.
Jika ingin ditingkatkan lagi harganya, kita bisa membibit dan menjual tanaman bunga, sayuran dan tanaman obat yang dipupuk dengan kompos buatan sendiri.
Tim Pelaksana
Dibentuk Komite Lingkungan oleh Pengurus RT/RW dan selanjutnya diperlukan peran serta warga sehingga kegiatan ini menjadi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.
Tugas dan tanggung jawab masing-masing:
1. Komite Lingkungan:
Pertama: Relawan yang peduli lingkungan, memiliki kemampuan dan waktu.
Kedua: Mengorganisasi warga dalam kegiatan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.
Ketiga: Melatih dan meningkatkan keterampilan kader sebagai motivator dan tenaga pelaksana pengomposan.
Keempat: Mengendalikan proses pengomposan agar dihasilkan kompos yang memenuhi syarat.
2. Dewan Kelurahan, Tim Penggerak PKK dan Karang Taruna
Pertama: Menjadi relawan kader lingkungan, motivator kegiatan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.
Kedua: Mengajarkan dan menggerakkan warga untuk memilah sampah.
Ketiga: Pendampingan dalam proses pengomposan di rumah tangga.
3. Petugas Pelaksana Pengomposan
Merupakan tenaga tetap yang melaksanakan proses pengomposan.
Usaha Mandiri RT/RW
Sebagai modal awal yang meliputi sarana dan prasarana, pelatihan TOT kader/motivator perlu dukungan Pemerintah melalui proposal yang meyakinkan yang disusun oleh Pengurus RT/RW. Diharapkan kegiatan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat ini nantinya dapat mandiri dari penjualan kompos dan produk-produk turunannya (tanaman hias, sayuran, tanaman obat).
Lingkungan menjadi bersih, teduh dan asri, masyarakat terjaga kesehatannya karena pengelolaan sampah merupakan bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan inspirasi bagi Pengurus RT/RW yang ingin mandiri dalam mengurus sampah warganya. Tentunya tingkat keberhasilan akan lebih tinggi jika aparat di atasnya (Lurah, Camat Bupati/Walikota) dan instansi terkait ikut berperan serta dengan memberikan dorongan dan apresiasi.
Selengkapnya...
