Minggu, 05 Desember 2010 | By: r1ezHkha.cHe

First Love Is Gone

Terpojok aku mengingat kalimat sepintas yang aku dengar dari mulut teman ku, "Gara-gara cewek itu, Rizal pergi meninggalkan kita selamanya", serasa di bakar telinga q mendengarnya. Rizal adalah sosok pria yang begitu q cinta dan sayangi. Dialah segalanya bagiku. Namun takdir tak sepihak dengan keinginanku yang ingin selalu bersamanya. Tuhan lebih dulu memanggilnya untuk menghadap-Nya. Kembali aku teringat peristiwa yang merenggut nyawanya.Begini ceritanya:Saat itu aku masih duduk di bangku SMA kelas XII IPA. Sabtu pagi aku dan Tika, temen sepermainan ku pergi ke Tebing Tinggi untuk mengerjakan tugas praktek UAN ku (kebetulan hari libur nasional jatuh pada hari itu). Lumayan jauh untuk menuju ke tujuan, membutuhkan waktu 30 menit. Seperti biasa aku selalu memberi kabar apabil sedang bepergian kepada Rizal malalui Handpone via sms. "Pa, Mama lagi di jalan mau ke Tebing bareng Tika buat ngerjain tugas praktik UAN Bahasa Inggris ni. Papa lagi dimana?", tanyaku."Belum siap ya syg tugasnya? mw di bantuin gak? ni lagi di rumah Ivan mau latihan Band", begitu balasan pesannya."Boleh deh Pa. tugasnya bikin pidato Bahasa Inggris dan temanya terserah. Bisa??? yang semangat ya latihgannya biar bagus hasilny :)"."Ok mama syag. hati-hati ya", balasnya singkat sekaligus mengakhiri pesan singkat itu.Padahal aku berharap dia ngajakin aku untuk ikut latihan band. biasanya dia selalu ngajakin aku. Tapi yaudahlah aku kan jugak mau ngerjain tugas bareng Tika dan gak mungkin aku telantarin anak orang...hehehehe...Ngerjain tugas itu tadi gak sebentar lo. Butuh waktu 6 jam juga menyelesaikannya. Itu pun belum kelar 100%, masih 85%. Maklum la, aku Bahasa Inggris memang oon banget. Hehehehe...(kalok mau ketawa,ketawa z). Tapi aku dan teman sohib ku gag langsung pulang, kami refreshing otak dulu ke swalayan cuci-cuci mata gak jelas gitu lah. Padahal gag ada satu unit pun kami beli dari situ. Keluar dengan tangan kosong. Namanya juga cuci mata sekalian TP-TP gitu (Tebar Pesona namanya) mana tau ada yang kecantol (emang apa kecantol???hmmm.. gag jelas jug ni.heheheh). Lamunan ku pecah ketika Hape ku berdering menandakan ada pesan masuk, "Yank, lagi dmn? udah pulang?", ternyata sms dari Rizal. Aku pun segera mengetik pesan sms untuknya dan mengatakan kalo sekarang sedang di jalan mau pulang. Namun dia merasa kecewa ketika aku bilang sedang di jalan karna dia ingin jumpa sama aku walaupun hanya sebentar melepas rindu, sehingga dia menyarankan aku untuk balik ke tebing nanti malam. Secara ini malam, malam minggu. Biasanya dia datang ke rumah tapi entah kenapa kali ini dia ingin aku untuk malam minggu di Tebing. Katanya sih karena dia suntuk di rumah sendirian soalnya ortu, kakak dan adiknya pergi ke Medan. Sebenarnya dia di ajak tapi dia gag mau ikut karna kangen sama aku. hmmmm.... Speachless aku jadinya saat itu. Aku pun menolak sarannya. Bukan karan aku gag sayang tapi takud gag di kasih ortu pergi bahkan pasti gag d kasih walaupun belum minta izin. Biasalah namanya juga anak cewek lagian mau pergi naik apa kesana. Huhuhuhu...Akhirnya Rizal memutuskan untuk datang k rumah ku malam itu."Mleqom pa? lagi apa?", rasa kangen ini menggerakkan hati untuk sms Rizal. Tunggu di tunggu tak kunjung ada balasan dari Rizal. Begitu seterusnya. Ku coba untuk mengirimkan pesan yang sama. Dan akhirnya dia membalas pesan ku dan mengatakan bahwa dia jadi untuk datang k erumah ku malam itu dan sekarang lagi siap-siap untuk pergi. Ya dia pergi sendirian. Seperti biasa ku selalu mengatakan hati-hati kepadanya sebagai rasa bentuk perhstianku.Ttepat pukul 07.15 pm balasan pesan terakhirnya masuk d hape ku, "Iya sayang. Papa pasti hati-hati kok. Sayang jangan lupa makan ya... Papa sayang banget sama mama", ntah kenapa jantung ku berdegub kencang tiba-tiba setelah membacaca pesan itu. Hal itu aku rasakan saat pertama kali aku mulai menyayanginya dan timbul kembali saat malam itu. Namun aku tidak mengambil pusing akan keanehah yang aku alami itu. (Pesan itulah terakhir kali aku dapatkan dari sesosok Rizal).Lagi-lagi tak seperti biasanya. 08.00 pm. Sekitar jam segitulah Rizal seharusnya sudah tiba dirumahku dan paling lama setegah jam dari jam 8. Aku pun mendandani wajahku secantik mungkin tak seperti malam-malam minggu sebelumnya. Selesai itu segera aku menuju ke rumah Tika. Aku, Tika dan Rizal sepakat akan bertemu di rumah Tika. Setengah jam sudah aku menunggu Rizal tapi tak kunjung tiba. Aku sms dia tapi pesan ku tak berhasil terkirim dan ku coba untuk menghubungi hapenya tapi tak tersambungkan. Non aktif. Aku tunggu kembali kedatangannya dengan menghabiskan kebosananku lewat tontonan sinetron dan sesekali sambil menghungungi hapenya yang tetap tak tersambungkan. Tika mulai menanyaiku akan kehadiran Rizal, saat itu kepanikan ku semakin menjadi. jam 09.04 pm sudah terlampaui, namun kabar dan kedatangannya nihil

0 komentar:

Posting Komentar