Minggu, 05 Desember 2010 | By: r1ezHkha.cHe

First Love Is Gone

Terpojok aku mengingat kalimat sepintas yang aku dengar dari mulut teman ku, "Gara-gara cewek itu, Rizal pergi meninggalkan kita selamanya", serasa di bakar telinga q mendengarnya. Rizal adalah sosok pria yang begitu q cinta dan sayangi. Dialah segalanya bagiku. Namun takdir tak sepihak dengan keinginanku yang ingin selalu bersamanya. Tuhan lebih dulu memanggilnya untuk menghadap-Nya. Kembali aku teringat peristiwa yang merenggut nyawanya.Begini ceritanya:Saat itu aku masih duduk di bangku SMA kelas XII IPA. Sabtu pagi aku dan Tika, temen sepermainan ku pergi ke Tebing Tinggi untuk mengerjakan tugas praktek UAN ku (kebetulan hari libur nasional jatuh pada hari itu). Lumayan jauh untuk menuju ke tujuan, membutuhkan waktu 30 menit. Seperti biasa aku selalu memberi kabar apabil sedang bepergian kepada Rizal malalui Handpone via sms. "Pa, Mama lagi di jalan mau ke Tebing bareng Tika buat ngerjain tugas praktik UAN Bahasa Inggris ni. Papa lagi dimana?", tanyaku."Belum siap ya syg tugasnya? mw di bantuin gak? ni lagi di rumah Ivan mau latihan Band", begitu balasan pesannya."Boleh deh Pa. tugasnya bikin pidato Bahasa Inggris dan temanya terserah. Bisa??? yang semangat ya latihgannya biar bagus hasilny :)"."Ok mama syag. hati-hati ya", balasnya singkat sekaligus mengakhiri pesan singkat itu.Padahal aku berharap dia ngajakin aku untuk ikut latihan band. biasanya dia selalu ngajakin aku. Tapi yaudahlah aku kan jugak mau ngerjain tugas bareng Tika dan gak mungkin aku telantarin anak orang...hehehehe...Ngerjain tugas itu tadi gak sebentar lo. Butuh waktu 6 jam juga menyelesaikannya. Itu pun belum kelar 100%, masih 85%. Maklum la, aku Bahasa Inggris memang oon banget. Hehehehe...(kalok mau ketawa,ketawa z). Tapi aku dan teman sohib ku gag langsung pulang, kami refreshing otak dulu ke swalayan cuci-cuci mata gak jelas gitu lah. Padahal gag ada satu unit pun kami beli dari situ. Keluar dengan tangan kosong. Namanya juga cuci mata sekalian TP-TP gitu (Tebar Pesona namanya) mana tau ada yang kecantol (emang apa kecantol???hmmm.. gag jelas jug ni.heheheh). Lamunan ku pecah ketika Hape ku berdering menandakan ada pesan masuk, "Yank, lagi dmn? udah pulang?", ternyata sms dari Rizal. Aku pun segera mengetik pesan sms untuknya dan mengatakan kalo sekarang sedang di jalan mau pulang. Namun dia merasa kecewa ketika aku bilang sedang di jalan karna dia ingin jumpa sama aku walaupun hanya sebentar melepas rindu, sehingga dia menyarankan aku untuk balik ke tebing nanti malam. Secara ini malam, malam minggu. Biasanya dia datang ke rumah tapi entah kenapa kali ini dia ingin aku untuk malam minggu di Tebing. Katanya sih karena dia suntuk di rumah sendirian soalnya ortu, kakak dan adiknya pergi ke Medan. Sebenarnya dia di ajak tapi dia gag mau ikut karna kangen sama aku. hmmmm.... Speachless aku jadinya saat itu. Aku pun menolak sarannya. Bukan karan aku gag sayang tapi takud gag di kasih ortu pergi bahkan pasti gag d kasih walaupun belum minta izin. Biasalah namanya juga anak cewek lagian mau pergi naik apa kesana. Huhuhuhu...Akhirnya Rizal memutuskan untuk datang k rumah ku malam itu."Mleqom pa? lagi apa?", rasa kangen ini menggerakkan hati untuk sms Rizal. Tunggu di tunggu tak kunjung ada balasan dari Rizal. Begitu seterusnya. Ku coba untuk mengirimkan pesan yang sama. Dan akhirnya dia membalas pesan ku dan mengatakan bahwa dia jadi untuk datang k erumah ku malam itu dan sekarang lagi siap-siap untuk pergi. Ya dia pergi sendirian. Seperti biasa ku selalu mengatakan hati-hati kepadanya sebagai rasa bentuk perhstianku.Ttepat pukul 07.15 pm balasan pesan terakhirnya masuk d hape ku, "Iya sayang. Papa pasti hati-hati kok. Sayang jangan lupa makan ya... Papa sayang banget sama mama", ntah kenapa jantung ku berdegub kencang tiba-tiba setelah membacaca pesan itu. Hal itu aku rasakan saat pertama kali aku mulai menyayanginya dan timbul kembali saat malam itu. Namun aku tidak mengambil pusing akan keanehah yang aku alami itu. (Pesan itulah terakhir kali aku dapatkan dari sesosok Rizal).Lagi-lagi tak seperti biasanya. 08.00 pm. Sekitar jam segitulah Rizal seharusnya sudah tiba dirumahku dan paling lama setegah jam dari jam 8. Aku pun mendandani wajahku secantik mungkin tak seperti malam-malam minggu sebelumnya. Selesai itu segera aku menuju ke rumah Tika. Aku, Tika dan Rizal sepakat akan bertemu di rumah Tika. Setengah jam sudah aku menunggu Rizal tapi tak kunjung tiba. Aku sms dia tapi pesan ku tak berhasil terkirim dan ku coba untuk menghubungi hapenya tapi tak tersambungkan. Non aktif. Aku tunggu kembali kedatangannya dengan menghabiskan kebosananku lewat tontonan sinetron dan sesekali sambil menghungungi hapenya yang tetap tak tersambungkan. Tika mulai menanyaiku akan kehadiran Rizal, saat itu kepanikan ku semakin menjadi. jam 09.04 pm sudah terlampaui, namun kabar dan kedatangannya nihil Selengkapnya...

Minggu, 28 November 2010 | By: r1ezHkha.cHe



I remember...The way you glanced at me, yes I remember
I remember...When we caught a shooting star, yes I remember
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

Do you remember..?
When we were dancing in the rain in that december
And I remember..When my father thought you were a burglar
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

I remember.. The way you read your books,
yes I remember
The way you tied your shoes,
yes I remember
The cake you loved the most,
yes I remember
The way you drank you coffee,
I remember
The way you glanced at me, yes I remember
When we caught a shooting star,
yes I remember
When we were dancing in the rain in that december
And the way you smile at me, Selengkapnya...

I remember...The way you glanced at me, yes I remember
I remember...When we caught a shooting star, yes I remember
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

Do you remember..?
When we were dancing in the rain in that december
And I remember..When my father thought you were a burglar
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

I REMEMBER
I remember.. The way you read your books,
yes I remember
The way you tied your shoes,
yes I remember
The cake you loved the most,
yes I remember
The way you drank you coffee,
I remember
The way you glanced at me, yes I remember
When we caught a shooting star,
yes I remember
When we were dancing in the rain in that december
And the way you smile at me,
yes I remember Selengkapnya...

Minggu, 21 November 2010 | By: r1ezHkha.cHe

Dampak Pemanasan Global terhadap Kesehatan

Pemanasan global akan mempengaruhi perubahan lingkungan seperti: perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.

Perubahan cuaca dan lautan
apat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

Pergeseran ekosistem
dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

Degradasi Lingkungan

yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain. Selengkapnya...

Minggu, 07 November 2010 | By: r1ezHkha.cHe

organiK

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak.
Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.
Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.*Jenis-jenis sampah*

1.1 Tempat penampungan sampah Berdasarkan sumbernya

Sampah alam
Sampah manusia
Sampah konsumsi
Sampah nuklir
Sampah industri
Sampah pertambangan

1.2 Berdasarkan sifatnya
2.1 Sampah organik - dapat diurai (degradable)
2.2 Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)

Sampah Alam
Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.

Sampah manusia
Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.

Sampah Konsumsi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sampah konsumsi
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.

Limbah radioaktif
Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktifitas tempat-tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih dilakukan).
Selengkapnya...

Pengolahan Sampah Organik

Sampah organik yang dihasilkan oleh sebuah rumah tangga atau 1 Kepala Keluarga (KK) yang beranggota 5 orang (bapak, ibu, 2 anak dan 1 pembantu) setiap hari kurang lebih 2 kg. Kalau sebuah Rukun Tetangga (RT) terdiri dari 40 KK dan sebuah Rukun Warga (RW) terdiri dari 10 RT, maka bisa dihitung berapa jumlah sampah organik yang memerlukan pengelolaan selanjutnya, atau biasa disebut “dibuang”.
Untuk mengubah pola pikir bahwa sampah kita tanggung jawab kita yang menghasilkan, dan mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi mengelola sampah perlu upaya yang tidak mudah dan memerlukan waktu.

Dari pengalaman dan pembelajaran, Kebun Karinda menawarkan sebuah model bagi RT/RW yang ingin mandiri dalam pengelolaan sampah organiknya, namun untuk keberhasilannya diperlukan beberapa syarat:
Pertama: Kegiatan ini diorganisir oleh pemimpin masyarakat setempat (Ketua RT/RW), dibantu sebuah tim pelaksana (Komite Lingkungan).
Kedua: Dibangun komitmen di antara seluruh warga, lingkungan bagaimana yang ingin dicapai.
Ketiga: Ada pendampingan agar kegiatan berkelanjutan, kader/motivator yang mendampingi harus sudah berpengalaman melakukan pengomposan.
Keempat: Proses pengomposan dipilih yang tidak menimbulkan bau ialah proses fermentasi.

Sampah organik rumah tangga yang segar dan lunak, sangat mudah dikomposkan. Pengomposan dapat dilakukan secara individual di setiap rumah atau secara komunal oleh Komite Lingkungan RT/RW.

Pengomposan Individual

Kebun Karinda menyarankan pengomposan dengan metode Takakura. Jika dilakukan dengan benar dalam proses tidak ada bau busuk dan higienis. Tidak memerlukan tempat luas, tetapi tidak boleh kena hujan atau sinar matahari langsung.

Sampah organik dipisahkan dari sampah anorganik (kegiatan ini disebut “memilah sampah”) kemudian dicacah menjadi berukuran 2 cm x 2 cm agar mudah dicerna mikroba kompos. Wadahnya boleh keranjang cucian isi 40 L atau lebih dikenal dengan Keranjang Takakura, ember bekas cat atau kaporit (isi 25 L), drum bekas yang dipotong menjadi 2 bagian (isi 100 L), keranjang rotan atau bambu yang isinya lebih dari 25 L untuk mempertahankan suhu kompos. Pemilihan wadah tergantung bahan yang tersedia, selera dan banyaknya sampah setiap hari.

Sampah harus dimasukkan wadah kompos setiap hari (sebelum menjadi busuk) dan diaduk sampai ke dasar wadah supaya tidak becek di bagian bawah. Pengadukan juga dimaksud untuk memasukkan oksigen yang diperlukan untuk pernapasan mikroba kompos. Jika wadah sudah penuh, kompos baru bisa dipanen jika sudah matang.

Pengomposan dimulai lagi dengan wadah lain, dengan aktivator sebagian kompos yang masih panas dari wadah pertama. Kompos setengah jadi ini bisa juga dikirim ke pengomposan komunal untuk diproses bersama-sama. Sebagian ditinggal dalam wadah untuk dijadikan aktivator. Warga akan mendapat hasil panen kompos, atau membelinya dengan harga khusus.

Pengomposan Komunal

Memerlukan bangunan tanpa dinding, atapnya bisa dari plastik terpal, daun kirai, plastik gelombang, genteng dan sebagainya tergantung dana yang tersedia. Lantainya bisa tanah, semen atau paving blok. Kita bisa menyebutnya sebagai “Rumah Kompos”.

Untuk wadah pengomposan sampah organik rumah tangga dapat dibuat bak atau kotak dari bambu, kayu, paving blok, bata dan sebagainya. Agar dapat menyimpan panas, kotak harus memiliki volume paling sedikit 500 L atau memiliki panjang 75 cm, lebar 75 cm dan tinggi 1 m. Salah satu sisinya harus bisa dibuka, untuk mengeluarkan adonan kompos jika seminggu sekali dibalik. Banyaknya kotak tergantung jumlah sampah yang akan dikelola.

Hal penting agar tempat pengomposan bersih dan tidak berbau busuk, sampah yang masuk hanya sampah orgaik saja. Warga harus memilah sampahnya di rumah masing-masing (mengikuti RUU Persampahan). Di depan rumah tidak perlu ada bak sampah, tetapi disediakan dua wadah sampah untuk sampah organik dan anorganik. Petugas pengangkut sampah mengambilnya dengan gerobak sampah yang diberi sekat. Sampah organiknya diturunkan di Rumah Kompos.

Selanjutnya oleh petugas dicacah (manual atau dengan mesin pencacah). Jika menggunakan mesin pencacah, agar sampah tidak mengeluarkan air dan untuk menambahkan unsur Karbon, dicampurkan terlebih dahulu serbuk gergaji. Jika pencacahan secara manual, serbuk gergaji dicampurkan sebelum masuk wadah kompos. Aktivator yang digunakan adalah adonan kompos yang masih aktif atau belum selesai berproses. Jika menggunakan mesin pencacah, aktivator ditambahkan sebelum masuk mesin.

Adonan kompos dari sampah organik rumah tangga jika diaduk setiap hari, akan matang dalam waktu kurang lebih 10-14 hari, namun harus distabilkan dahulu sampai suhu menjadi seperti suhu tanah, kira-kira makan waktu 2 minggu baru bisa dipanen. Jika akan dikemas diayak terlebih dahulu untuk memisahkan bagian yang kasar atau belum menjadi kompos.

Jika tanah yang tersedia cukup luas dan sampahnya cukup banyak, pengomposan dapat dilakukan dengan sistem open windrow yaitu dengan timbunan-timbunan yang memerlukan pembalikan. Kompos setengah jadi yang dikirim oleh warga dicampurkan ke adonan kompos yang sudah berusia kurang lebih 1 minggu, dan akan matang bersama-sama.

Pemanfaatan Kompos

Kompos yang dibuat melalui proses termofilik aerobik seperti ini, kualitasnya “super”. Kaya akan unsur yang diperlukan tanaman agar tumbuh subur. Harganya bisa mencapai lebih dari Rp.1000/kg.

Jika ingin ditingkatkan lagi harganya, kita bisa membibit dan menjual tanaman bunga, sayuran dan tanaman obat yang dipupuk dengan kompos buatan sendiri.

Tim Pelaksana

Dibentuk Komite Lingkungan oleh Pengurus RT/RW dan selanjutnya diperlukan peran serta warga sehingga kegiatan ini menjadi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.

Tugas dan tanggung jawab masing-masing:

1. Komite Lingkungan:
Pertama: Relawan yang peduli lingkungan, memiliki kemampuan dan waktu.
Kedua: Mengorganisasi warga dalam kegiatan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.
Ketiga: Melatih dan meningkatkan keterampilan kader sebagai motivator dan tenaga pelaksana pengomposan.
Keempat: Mengendalikan proses pengomposan agar dihasilkan kompos yang memenuhi syarat.

2. Dewan Kelurahan, Tim Penggerak PKK dan Karang Taruna
Pertama: Menjadi relawan kader lingkungan, motivator kegiatan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.
Kedua: Mengajarkan dan menggerakkan warga untuk memilah sampah.
Ketiga: Pendampingan dalam proses pengomposan di rumah tangga.

3. Petugas Pelaksana Pengomposan
Merupakan tenaga tetap yang melaksanakan proses pengomposan.

Usaha Mandiri RT/RW

Sebagai modal awal yang meliputi sarana dan prasarana, pelatihan TOT kader/motivator perlu dukungan Pemerintah melalui proposal yang meyakinkan yang disusun oleh Pengurus RT/RW. Diharapkan kegiatan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat ini nantinya dapat mandiri dari penjualan kompos dan produk-produk turunannya (tanaman hias, sayuran, tanaman obat).

Lingkungan menjadi bersih, teduh dan asri, masyarakat terjaga kesehatannya karena pengelolaan sampah merupakan bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan inspirasi bagi Pengurus RT/RW yang ingin mandiri dalam mengurus sampah warganya. Tentunya tingkat keberhasilan akan lebih tinggi jika aparat di atasnya (Lurah, Camat Bupati/Walikota) dan instansi terkait ikut berperan serta dengan memberikan dorongan dan apresiasi.
Selengkapnya...

peNgertiAn saMpah oRganiK

Sebagai makhluk hidup, kita pasti menghasilkan sisa yang kita kenal sebagai sampah. Sebetulnya sampah itu apa sich ? Menurut Kamus Istilah Lingkungan , “Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. Sedangkan kata Bapak Dr. Tandjung, M.Sc. , “Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”.
Untuk lebih mengenal sampah, marilah kita belajar tentang jenis-jenis sampah.
Jenis Sampah Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai: 1. Sampah Organik
Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.
2. Sampah Anorganik
Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.
Selengkapnya...

SamPaH oRgAniK

Jika kita berjalan-jalan ke pasar tradisional, pastilah akan kita jumpai sampah sayur-sayuran dan buah-buahan yang berton-ton jumlahnya. Sebagaimana sampah-sampah organik lainnya seperti kotoran ternak, ampas tebu, dan lain-lain, umumnya sampah organik tersebut tidak banyak dimanfaatkan, tetapi dibiarkan menumpuk dan membusuk, sehingga dapat menggangu pemandangan dan mencemari lingkungan. Salah satu cara penanggulangan sampah organik yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia adalah dengan menerapkan teknologi anerobik untuk menghasilkan biogas.

Secara ilmiah, biogas yang dihasilkan dari sampah organik adalah gas yang mudah terbakar (flammable). Gas ini dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi tanpa udara). Umumnya, semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas. Tetapi hanya bahan organik homogen, baik padat maupun cair yang cocok untuk sistem biogas sederhana. Bila sampah-sampah organik tersebut membusuk, akan dihasilkan gas metana (CH4) dan karbondioksida (CO2). Tapi, hanya CH4 yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Umumnya kandungan metana dalam reaktor sampah organik berbeda-beda. Zhang et al. 1997 dalam penelitiannya, menghasilkan metana sebesar 50-80% dan karbondioksida 20-50%. Sedangkan Hansen (2001) , dalam reaktor biogasnya mengandung sekitar 60-70% metana, 30-40% karbon dioksida, dan gas-gas lain, meliputi amonia, hidrogen sulfida, merkaptan (tio alkohol) dan gas lainnya. Tetapi secara umum rentang komposisi biogas adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Komposisi Biogas
Komponen %
Metana (CH4)
Karbon dioksida (CO2)
Nitrogen (N2)
Hidrogen (H2)
Hidrogen sulfida (H2S)
Oksigen (O2) 55-75
25-45
0-0.3
1-5
0-3
0.1-0.5

Dalam skala laboratorium, penelitian di bidang biogas tidak membutuhkan biaya yang besar tetapi harus ditunjang dengan peralatan yang memadai. Perangkat utama yang digunakan terutama adalah tabung digester, tabung penampung gas, pipa penyambung, katup, dan alat untuk identifikasi gas. Untuk mengetahui terbentuk atau tidaknya biogas dari reaktor, salah satu uji sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan uji nyala. Biogas dapat terbakar apabila mengandung kadar metana minimal 57% yang menghasilkan api biru (Hammad et al., 1999). Sedangkan menurut Hessami (1996), biogas dapat terbakar dengan baik jika kandungan metana telah mencapai minimal 60%. Pembakaran gas metana ini selanjutnya menghasilkan api biru dan tidak mengeluarkan asap.

Mekanisme Pembentukan Biogas
Sampah organik sayur-sayuran dan buah-buahan seperti layaknya kotoran ternak adalah substrat terbaik untuk menghasilkan biogas (Hammad et al, 1999). Proses pembentukan biogas melalui pencernaan anaerobik merupakan proses bertahap, dengan tiga tahap utama, yakni hidrolisis, asidogenesis, dan metanogenesis. Tahap pertama adalah hidrolisis, dimana pada tahap ini bahan-bahan organik seperti karbohidrat, lipid, dan protein didegradasi oleh mikroorganisme hidrolitik menjadi senyawa terlarut seperti asam karboksilat, asam keto, asam hidroksi, keton, alkohol, gula sederhana, asam-asam amino, H2 dan CO2. Pada tahap selanjutnya yaitu tahap asidogenesis senyawa terlarut tersebut diubah menjadi asam-asam lemak rantai pendek, yang umumnya asam asetat dan asam format oleh mikroorganisme asidogenik. Tahap terakhir adalah metanogenesis, dimana pada tahap ini asam-asam lemak rantai pendek diubah menjadi H2, CO2, dan asetat. Asetat akan mengalami dekarboksilasi dan reduksi CO2, kemudian bersama-sama dengan H2 dan CO2 menghasilkan produk akhir, yaitu metana (CH4) dan karbondioksida (CO2).

Pada dasarnya efisiensi produksi biogas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor meliputi : suhu, derajat keasaman (pH), konsentrasi asam-asam lemak volatil, nutrisi (terutama nisbah karbon dan nitrogen), zat racun, waktu retensi hidrolik, kecepatan bahan organik, dan konsentrasi amonia. Dari berbagai penelitian yang penulis peroleh, dapat dirangkum beberapa kondisi optimum proses produksi biogas yaitu :

Tabel 2. Kondisi Optimum Produksi Biogas
Parameter Kondisi Optimum
Suhu
Derajat Keasaman
Nutrien Utama
Nisbah Karbon dan Nitrogen
Sulfida
Logam-logam Berat Terlarut
Sodium
Kalsium
Magnesium
Amonia 35oC
7 – 7,2
Karbon dan Nitrogen
20/1 sampai 30/1
< 200 mg/L < 1 mg/L < 5000 mg/L < 2000 mg/L < 1200 mg/L < 1700 mg/L Parameter-parameter ini harus dikontrol dengan cermat supaya proses pencernaan anaerobik dapat berlangsung secara optimal. Sebagai contoh pada derajat keasaman (pH), pH harus dijaga pada kondisi optimum yaitu antara 7 – 7,2. Hal ini disebabkan apabila pH turun akan menyebabkan pengubahan substrat menjadi biogas terhambat sehingga mengakibatkan penurunan kuantitas biogas. Nilai pH yang terlalu tinggipun harus dihindari, karena akan menyebabkan produk akhir yang dihasilkan adalah CO2 sebagai produk utama. Begitupun dengan nutrien, apabila rasio C/N tidak dikontrol dengan cermat, maka terdapat kemungkinan adanya nitrogen berlebih (terutama dalam bentuk amonia) yang dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri. Nilai Potensial Biogas Biogas yang bebas pengotor (H2O, H2S, CO2, dan partikulat lainnya) dan telah mencapai kualitas pipeline adalah setara dengan gas alam. Dalam bentuk ini, gas tersebut dapat digunakan sama seperti penggunaan gas alam. Pemanfaatannya pun telah layak sebagai bahan baku pembangkit listrik, pemanas ruangan, dan pemanas air. Jika dikompresi, biogas dapat menggantikan gas alam terkompresi yang digunakan pada kendaraan. Di Indonesia nilai potensial pemanfaatan biogas ini akan terus meningkat karena adanya jumlah bahan baku biogas yang melimpah dan rasio antara energi biogas dan energi minyak bumi yang menjanjikan. Berdasarkan sumber Departemen Pertanian, nilai kesetaraan biogas dengan sumber energi lain adalah sebagai berikut : Tabel 3. Kesetaraan biogas dengan sumber energi lain Bahan Bakar Jumlah Biogas Elpiji Minyak tanah Minyak solar Bensin Gas kota Kayu bakar 1 m3 0,46 kg 0,62 liter 0,52 liter 0,80 liter 1,50 m3 3,50 kg Penutup Meskipun penelitian di bidang biogas bukanlah aspek baru dalam riset kimia, tetapi tidak menutup kemungkinan akan adanya pengembangan dalam penyempurnaan teknologi anaerobik untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas biogas yang lebih baik. Setidaknya beberapa misteri dalam bidang penelitian ini masih memerlukan pemikiran yang mendalam untuk memperoleh jawabannya seperti penentuan bakteri anaerobik yang paling baik, penentuan starter, pencarian bahan baku dan waktu optimum proses anaerobik. Selain itu, penelitian dibidang ini termasuk gampang-gampang susah dalam artian, meskipun secara terori dapat dihasilkan gas metana, tetapi dalam prakteknya terkadang para peneliti hanya mendapatkan sedikit sekali gas metana bahkan tidak sama sekali. Sisi positif yang dapat kita ambil dari pengembangan teknologi anaerobik adalah bahwa tidak ada sesuatu pun yang tidak bermanfaat di bumi ini bahkan sebuah sampah sekalipun. Dengan teknologi anaerobik, selain memperoleh biogas, manfaat lainnya adalah akan diperoleh pupuk organik dengan kualitas yang tinggi, yang sangat kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, lignin, dan lain-lain yang tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia.
Selengkapnya...

Senin, 01 November 2010 | By: r1ezHkha.cHe

tHe liBrarY

Aku Tiara, Sehabis pulang sekolah aku biasa ke perpustakaan sekolah, selain aku suka membacaaku adalah pengurus perpustakaan disekolah biasanya saat istirahat aku berjaga disana,ya walau baru seminggu ini.tapi setelah pulang sekolah aku hanya merapihkan perpustakaan itu sambil mengecek kembalibuku yang dipinjam pd hari tersebut dan beberapa buku yang dikembalikan pada hari itu. Sebenernya sih agak takut juga karna di siang hari bolong aku hanya sendiri di perpustakaantapi karna tuntutan tanggung jawab dari sekolah aku terpaksa memberanikan diri. sebenernya dariawal mulai jaga aku tidak takut bahkan sama sekali. tapi sejak kejadian itu... 3 hari yang lalu ( Saat Kejadian )Waktu itu hujan deras kira2 pukul 03.12 wib. aku sedang membereskan buku yang dipinjamanak kelas 1, aku tidak tahu perasaan aku waktu itu gk enak bgt.. dan aku sengaja dengerin musikdi perpus biar perasaan itu sedikit hilang,tapi aku merasa ada yg janggal ada yang menatapkutapi aku tidak tahu dari mana asalnya.pada jam 03.34 aku berniat untuk pulang, seperti biasanya aku memang suka pulang jam tigal lewat.tapi hari itu beda hujan menghentikan langkah ku untuk pulang kerumah, akhirnya aku kembalike perpustakaan untuk membaca buku sambil menunggu hujan reda.tapi saat aku melewati kelas XI Ipa 1, yang kebetulan tidak jauh dari perpustakaan terlihat1 wanita seperti anak kelas 1 menggenakan seragam sedang masuk kedalam perpustakaan." Siapa wanita itu padahal kunci perpustakaan ada padaku ? " Aku bertanya didalam hatiku.tapi karna kebetulan hujan langsung reda aku langsung saja pulang dan menitipkan kunci ke satpamdan sebelum menitipkan kunci aku sempat bertanya" Mang,Toto ( Begitu panggilannya ), Tadi aku lihat anak kelas 1 gitu, masuk ke perpusSiapa ya? Padahal kunci masih ada padaku" TanyakuMang toto Sempat diam dan menjawab "ah itu paling cuma bayangan eneng aja "" Apa jangan2 han" Pekataan ku langsung terpotong karna aku lihat wanita itu lagi di depan perpus. Sampai pulang kerumahAku langsung mandi dan segera mengerjakan tugas yang belum selesai tadi disekolah.tapi saat mengerjakan aku jadi ingat kejadian tadi, tapi aku belum berani untuk menceritakannyakarna aku juga gk ngerti apa itu hanya pikiranku atau hanya sebuah khayalan yang berlebihan.dan untuk menenangkan pikiranku aku langsung saja mengambil air wudhu dan bersiap untukshalat. Jam 06.20 Aku berangkat sekolah, kebetulan di angkot aku betemu siska(Teman sebangku) Dansiska bertanya padaku " eh Tiara, kemarin saat istirahat kamu nggak diperpustakaan yah ?"Dan aku Segera menjawab pertanyaan itu " Iya,Kmarin saat istirahat memang aku tidak tugaskarna saat itu aku dipanggil kepala sekolah untuk melaporkan hasil kunjungan siswa k perpus"Dan Dng lantang Siska berkata" Iya, Kmarin aku mau pinjam novel yang belum aku bacaTapi untung ada anak kelas 1 yang jaga , itu siapa penjaga baru ya?" Dengan shock aku lalu diamdan hanya tersenyum.Setelah kejadian itu akhirnya aku tidak ingin berkata apa-apa beniat agar para siswatidak berhenti mengunjungi perpustakaan karna ada isu hantu!! Tapi wanita itu semakin mengganguku,Aku semakin takut berjaga di perpustakaan, lalu untukmengkomfirmasi itu, aku berniat berkunjung ke Kak.Diaz. Kebetulan selain sbg kakak kelas kudia juga pernah menjaga perpustakaan itu. langsung saja ku ke kelasnya"Permisi ada ka Diaz?" Lalu seorang pria berkaca mata menjawab "Itu dik, disana sedang belajar"" Perimisi ka, ganggu gak?" Dan diaz menjawab " Oh Tiara ya ? Ada apa ?""IYa nih kak, hmmm bingung mau mulai dari mana, Jadi gini wakt'u kakak jaga perpustakaankakak pernah lihat hantu wanita tidak" dgn kaget dia menjawab "Kamu juga lihat?""Ah kakak juga" dan "Syuuutt jgn berisik spertinya dia mengawasi kita jadi pelan2 ya""Baik kak" dan diaz menjelaskan" Jadi gini waktu aku jaga perpus aku juga pernah liat, tapi peristiwa itu aku alami saat kakakgk bisa pulang saat hujan turun, tapi kakak gk sendiri loh kakak ditemeni mira temen kakak,kita berdua melihat wanita berseragam sepeti kita, itu sedang merapihkan buku,kami kira itu penjaga baru tapi, aku heran kalau emang penjaga baru pasti ada konfirmasi dari guru.dan dengan kagetnya tiba-tiba wanita itu hilang"Dan aku menjawab" Aku juga lihat dia menuju perpus, padahal kunci ada padaku"Dan akhirnya aku berniat untuk merapihkan semua perkerjaan saat istirahat karna aku takutnanti dia menghampiriku untuk ketiga kalinya. Huh akhirnya pekerjaan ku selesai dan aku kembali kekelas, jam pelajaran terahkir sudah selesaidan pada hari ini aku bisa pulang cepat dari biasanya, tapi tiba-tiba guru memanggilku dan" Kamu sudah pulang? Tak merapihkan perpus? " Tanyanya" Aku sudah selesaikan semua saat istirahat jadi aku pulang cepat" Dan guru itumeberikan aku tugas untuk mengambil buku Sosiologi bab.8 yangketinggalan di perpus, pada saat itu aku sangat gk nyangkamusibah itu akan datang padaku, tapi dengan segera aku menolaknya secara halus " Maaf buaku ada janji sama ibuku, aku harus mengantarnya ke dokter" Tapi "Ini cuma 5 menit kok lagianbuku itu ada dimejamu kok" Dan aku tak bisa menolak " Baik "Tapi saat menuju perpus aku ingat bahwa ibu guru itu tidak mengunjungi perpus saat istirahatdan saat menoleh tidak ada siapa-siapa!!!aku langsung berlari keluar dan segera menitipkan kunci ke satpam. Sesampainya dirumah aku ditelepon ka.diaz kata ka diaz aku haru menuju rumahnya dan demimenyelesaikan masalah ini aku pergi dengan diantar oleh Mas.Tonny Supir ibuku.Sesampainya dirumah diaz aku langsung disambut dengan teh hangat dan cemilan kecil, tapitak sempat mencicipi aku langsung diberitahu bahwa dia berniat mengunjungi Tamie Walikelas kusaat aku kelas 1 dan ka diaz kelas 2. ka diaz juga pernah menceritakan kejadian itu ke tamiedan katanya tamie punya indra keenam, dan supaya lebih jelas aku kerumah kak.tamie sekalian dengan kak diaz.karna mumpung masih siang kami segera berangkat sebelum sore datang mengganti awan biru menjadi hitam Dirumah kak.tamie kami agak sedikit takut dengan anjing peliharaannya tapi itu baik kok cuma penampilannya saja sangar.tapi saat kami datang ia langsung masuk ke dalam kandangnya. kami disambut baik dengan kak.tamiesetelah cerita-cerita, kata kak tamie dia juga mengalami waktu itu dan lagi-lagi saat hujan dan sama sepertiku dia sendiridan cerita itu sama, pikiran kita bertiga bahwa anak itu anak kelas 1, tapi..kak tami bercerita ia sempat melapor ke kepsek tapi hanya tanggapan dingin dan tidak boleh membocorkan kepada murid laindan sebenernya kak.tamie dapet kabar dari satpam disitu dulu pernah ada murid wanita yang hilang di perpustapi wanita itu hilang kemana ya ? .. Kejadian itu sangat lama dan kak.tamie menceritakan yang di lihat dari indra keenamnyawanita itu bukan hilang tapi pindah kedunia yang tak nyata dan beda dengan kita.setelah itu kami berniat bertanya-tanya lebih ke satpam itu dan karna sudah sore kami berniat untuk pulang. Pada hari ketiga, kak.tamie berniat kesekolah dengan alasan kangen dengan sekolah dan berniat mengunjungi perpus, danalasan itu diterima baik oleh kepsek. dan saat pulang sekolah sengaja kak.diaz dan kak.tamie menemaniku dan menunggu semua guru pulangbaru kami menuju satpam untuk bertanya tapi seperti halnya satpam2 yang lain satpam itu menolak dan untuk demi kebaikanakhirnya satpam itu kembali memanggil kita bertiga dan menjelaskan dan jadi" Dahulu sudah banyak penjaga perpus yang diganti, sebenernya yang siswa tahu sekarang alasan penjaga perpus berganti tiap tahundan diambil dari kelas 2, karna kelas 1 baru tahu lingkup sekolah dan kelas 3 sibuk dengan ujian, padahal dahulu penjaga perpus banyaktapi semenjak kejadian itu, satu penjaga perpus hilang tidak tahu kemana dan dikabarkan hilang karna bunuh diri dan tidak tahumayatnya, dan setelah diselidiki pihak sekolah dari memanggil paranormal wanita itu dihilangkan oleh penunggu lain yang tidaksuka keberadaan anak itu setiap di perpustakaan. tapi siapa penunggu lain itu? semenjak itu aku akhirnya selalu mengkuatkan diri untuk menjaga perpus itu sampai bertahan 1 minggu dengan sekarang , karna niat kubaik menjaga perpustakaan aku juga yakin bahwa aku tidak akan dihilangkan dari duniaku. aku yakin ada alasan lain mengapa penungguitu mengambil anak itu, tapi aku yakin yang aku lihat bukan anak yang diambil, tapi wanita yang mengambil anak itu. dan sampai saat inirahasia itu masih disimpan dan tidak akan diceritakkan kepada murid lain Selengkapnya...

Di Larang Jatuh Cinta

Semua mata terbelalak -- berpusat kepada laki-laki yang berdiri persis di atas atap gedung berlantai 33, siap untuk bunuh diri. Sejumlah polisi sibuk mengamankan lokasi yang dipenuhi orang-orang yang ingin menyaksikan peristiwa tragis itu secara langsung, dengan berbagai ekspresi yang tak kalah seru. Ada yang bergidik, ada yang terbelalak histeris, ada juga yang terkagum-kagum. Situasi heboh itu melumpuhkan lalulintas. Beberapa polisi sibuk berdebat dan stres -- mencari solusi bagaimana mencegah orang sableng itu agar tidak mewujudkan kegilaannya. Ada juga polisi yang langsung menghubungi pihak rumah sakit untuk segera mengirimkan ambulans. Mengapa ada yang ingin bunuh diri?Silakan tanya kepada para penduduk di sebuah negeri yang sedang dilanda cinta, atau kepada seorang laki-laki muda yang tampan, yang kini berdiri gagah dan tenang di bibir gedung pencakar langit, dan siap terjun bebas. Padahal, embun masih terjun ke bawah ketika polisi yang memanjat baru mencapai setengah gedung. Orang-orang pun berteriak histeris. Dan, lihatlah, seperti tubuh yang bunuh diri pertama, wanita itu juga melayang-layang ke bawah. Dari tubuhnya, satu per satu tumbuh bunga-bunga yang mekar. Dan, begitu tiba di tanah, tubuhnya telah menjelma sebatang pohon bunga beraneka rupa. Di pucuk bunga terselip kertas yang bertulis, ''Kubuktikan cinta dengan kepasrahan!'' Belum habis keterkejutan orang-orang, kembali terdengar teriakan seseorang, ''Lihat! Di atas gedung bertingkar 52 sana juga ada yang hendak bunuh diri!''Semua terperangah, berteriak ngeri. ''Kegilaan apa lagi ini?!''''Lihat! Di gedung 67 tingkat itu juga!''''Lihat! Di gedung warna kelabu ungu bertingkat 73 itu juga!''''Lihat! Di atas menara pahlawan itu juga!'' Semua menggigil seputih kapas di ujung ilalang. Bahkan angin pun beringsut ketakutan. Sebab, hari itu lebih sepuluh orang melakukan bunuh diri dengan cara yang sama (melompat dari atas gedung bertingkat) dan motif yang sama atau hampir sama. Mungkinkah cinta yang menciptakan semua tragedi yang mencemaskan ini? Peristiwa itu mencengangkan semua orang, sekaligus menimbulkan rasa takut dan khawatir yang hebat. Dan peristiwa ini menjadi topik utama di mana-mana, dari kedai kopi, kafe hingga hotel berbintang, terutama menjadi headline koran-koran terkemuka. Berbagai kalangan pengamat memberi komentar dan tanggapan, dari psikolog hingga pengamat sepakbola. Ternyata, hari demi hari, peristiwa bunuh diri itu tiada henti, terus-menerus terjadi. Sehingga, semakin panjang daftar orang yang mati bunuh diri dengan melompat dari atas gedung. Bahkan menjadi ancaman, melebihi wabah penyakit menular. Bunuh diri itu sudah melanda semua orang, dari jompo hingga anak-anak, dengan teknik yang semakin aneh. Sableng bin edan! Ada yang berpakaian Pangeran, Ratu, Pendekar, Batman, Superman. Ada yang bersalto, jumpalitan di udara, berselancar. Ada pula yang terjun sambil baca puisi. Penduduk negeri itu semakin dicekam rasa takut dan waswas yang luar biasa. Semua mengkhawatirkan sanak keluarganya dan dirinya akan ikut bunuh diri suatu waktu. Sebab, penyakit bunuh diri itu dengan cepat menyebar dan menjangkiti siapa saja. ''Bila tidak segera dihentikan, anak-anak kita, saudara kita, bahkan kita sendiri akan terpengaruh, dan melakukan tindakan bunuh diri itu.''''Ya. Ini harus kita hentikan!''''Bagaimana caranya? Adakah cara jitu yang kamu pikirkan?'' ''Ah. Ayo, kalangan intelektual, berpikir dan bertindaklah segera. Jangan cuma ngoceh ke sana ke mari!'' teriak orang-orang, kehilangan arah.Penduduk semakin panik, saling bertanya satu sama lain. Tetapi, semua menggeleng. Semua angkat bahu. Semua jadi buntu jadi batu. Apa lagi yang dapat dilakukan? Maka, tanpa dikomando, semua tekun berdoa dan samadi agar wabah penyakit bunuh diri itu segera berakhir. Sayangnya, ketika doa-doa meluncur di udara, burung-burung gagak berebutan menyerbu dan mencabik-cabiknya sehingga tidak pernah sampai di meja kerja Tuhan. Jika pun ada yang sampai, cuma berupa sisa atau percah. Tentu Tuhan tidak sudi mendengarnya. Apalagi Tuhan semakin sibuk menata surga -- sambil mendengarkan musik klasik -- karena kiamat sudah dekat. Disengat kepasrahan yang mencekam itu, tiba-tiba Maharaja menemukan gagasan, ''Kita bikin pengumuman!'' teriaknya pasti.Seketika semua melongong. ''Pengumuman? Untuk apa?''''Di setiap tempat, kita buat pengumuman: Dilarang Jatuh Cinta!''Semua kurang menanggapi. ''Apakah mungkin efektif untuk mengatasi maut yang mengancam di depan mata kita?'' Maharaja angkat bahu. ''Coba dulu, baru tahu hasilnya,'' jawab Maharaja. ''Masalah utamanya sudah jelas, akibat cinta. Setiap orang yang terjerat cinta, entah mengapa jadi ingin bunuh diri. Satu-satunya cara, ya, kita larang orang-orang jatuh cinta. Siapa pun tak boleh jatuh cinta agar hidup terjamin.'' ''Wah, mana mungkin. Jatuh cinta itu manusiawi. Beradab dan berbudaya. Berasal dari hati. Kata hati. Muncul begitu saja -- tanpa diundang. Apalagi, cinta kan pemberian Tuhan,'' protes orang-orang, tak dapat menerima pendapat Maharaja yang dinilai ngawur. ''Terserah. Jika ingin selamat, menjauhlah dari cinta. Kalian jangan pernah jatuh cinta. Mengerti?! Tetapi jika sudah bosan hidup, ya, silakan jatuh cinta!'' tegas Maharaja. ''Sekarang, mari kita pasang pengumuman itu sebanyak-banyaknya dan sebesar-besarnya!'' Meski dijerat tali ketidakmengertian yang luar biasa, pengumuman akhirnya dibuat juga. Dipancangkan dan ditempelkan di mana-mana, termasuk di bandara. Maharaja bahkan melakukan siaran langsung di seluruh televisi: ''Saudara-saudari sekalian yang saya benci. Sebab, mulai sekarang, saya tak ingin mencintai, agar berumur panjang. Saya harus benar-benar dipenuhi kebencian. Seperti kita saksikan bersama-sama, cinta telah menyebabkan banyak orang bunuh diri. Cinta telah membutakan mata. Cinta telah merenggut nyawa sanak keluarga kita. Cinta mengancam kita. Maka, dengan ini, kepada semua yang mendengarkan pengumuman ini, saya tegaskan: dilarang jatuh cinta! Kita harus melawan cinta. Kita tegas-tegas menolak cinta. Cinta tidak memberi apa-apa yang berharga bagi kita, cuma kematian. Mengerikan, bukan? Mulai sekarang, kita proklamirkan semboyan baru kita: hidup sehat tanpa cinta. Hiduplah dengan saling membenci, bercuriga, menghasut, dan sebagainya. Jangan pernah mencintai!'' Aneh. Penduduk bertepuk sorak menyambut pengumuman itu. Bahkan, untuk selanjutnya, banyak yang memuji kebijaksanaan Maharaja sebagai sikap brilian. Mereka merasa telah menemukan solusi jitu memberantas wabah penyakit bunuh diri itu. Hidup tanpa cinta, tidak terlalu buruk demi hari depan yang lebih baik. Dengan saling membenci, esok yang lebih cerah dan terjamin siapa tahu segera tercapai. Hari masih terlalu subuh. Ayam dan burung-burung masih ngorok. Tetapi keributan orang-orang dan kesibukan polisi telah merobek cadar ketenangan. Apalagi wartawan-wartawan sibuk meliput dan melaporkan -- blizt dan lampu kamera televisi berpantulan. Apa yang sedang terjadi. Wah. Sungguh mengejutkan dan mencengangkan! Betapa tidak, di depan gedung istana Maharaja berlantai 113 yang mencuat menusuk langit kelam, Maharaja dengan masih memakai piyama sedang berdiri di atasnya bersiap-siap bunuh diri. Orang-orang menahan napas dan terbelalak ngeri menyaksikan tragedi ini. Sementara, istrinya, Maharani menyorot api kebencian, ''Biarkan ia menikmati kesempurnaan cintanya!'' Maharaja mengembangkan tangan. ''Ah. Ternyata cinta itu indah. Kita tak dapat hidup tanpa cinta. Cinta itu anugerah. Berdosalah orang-orang yang tak memiliki cinta!'' teriak Maharaja, lalu melompat ke bawah. Tubuhnya melayang dan ditumbuhi bunga-bunga mekar. Tiba-tiba menyusul sesosok tubuh wanita muda yang sintal, melompat sembari bersenandung lagu cinta. Tubuhnya juga melayang, seperti menari -- dan ditumbuhi bunga-bunga mekar. Begitu tiba di tanah, bunga-bunga itu pelahan merambat dan menyatu, lalu membesar dan menjadi belukar yang menjalari dinding-dinding istana dan rumah tangga-rumah tangga. Semua melotot heran. ''Mengapa Maharaja bisa segila itu?''''Selingkuh. Ia selingkuh dengan sekretarisnya!'' cibir Maharani sambil meludah ke tengah belukar itu. Akibat ludah itu, tiba-tiba belukar itu bergerak-gerak liar sepenuh nafsu kelabu, membelit kedua kaki Maharani, dan menariknya, ''Cintakah?!' Selengkapnya...

Penjual Pensil

Tentunya kita pernah naik bis dan bertemu dengan pedagang yang aneh-aneh. Masih inget gak waktu pertama kali dapat “hadiah” sebuah barang yang tiba-tiba dibagikan orang di pangkuan kita waktu duduk di bis?. Mungkin pertama kali heran tetapi akhirnya jadi sedikit sebal karena kita jadi waspada karena dititipi barang dagangan dengan paksa sehingga ga enak klo mo tidur. Ada juga sih kita yang ceroboh menjatuhkan hingga ke kolong bangku, wis pokoke sangat merepotkan. Tapi klo aku sih daripada sebal mending menikmati momen sang penjual ngoceh berpromosi ria soal barang dagangannya. Terkadang ada juga yang kreatif, misalnya penjual pensil di bis beberapa tahun yang lalu.
Sambil membagi dagangannya dia nyerocos…”Silahkan dipilih warnanya macem2, hanya dengan uang lima ribu bisa dapet sepuluh pensil istimewa, warnanya pun gaul, klo suka dangdut tinggal pake yang kelap-kelip, ditanggung gak habis dalam sepuluh tahun. Pensil ini punya kemampuan bisa memendek dan kayunya empuk untuk diraut atau enak juga buat digigit-gigit karena bahannya tidak beracun dan ramah lingkungan. Selain buat nulis pensil ini punya fungsi istimewa yaitu untuk relaksasi. Tinggal dikorek-korek ke kuping pasti hidup jadi lebih indah, juga bisa buat alat pertahanan diri tinggal dicolokin ke mata lawan, atau klo nekat bisa juga digunakan sebagai tusuk gigi, tapi klo yang terakhir itu kurang disarankan…..,” Nah itu emang penjual pensil yang agak eror tapi minimal punya selling skill. Intinya sih klo mo dagang jangan sampai menjatuhkan harga diri, misalnya dengan cara melas… “ Om ayo dong dibeli, saya belum makan tiga hari.., kasihanilah, buat makan…..” hihihi cara yang ga mbois blas… Begitupun cara-cara yang gak etis misalnya ngancam-ngancam, maksa-maksa atau berbohong tentang barangnya. Sebagai konsumen kita juga ga boleh bikin pedagang sakit hati. Jadi ingat Hilman dalam novelnya Lupus Kecil, ceritanya Lupus lagi liat penjual siput laut atau keong, trus dia nanya-nanya..”Mang siputnya bisa dimakan ga?”, “ya gak bisa dek, ini kan siput laut..”..”trus bisa gigit Ga?” “ Gak dong pokoke aman kok buat mainan. Adek mo beli?” tanya pedagangnya antusias. Trus si Lupus jawab, “ Aneh, klo gak bisa dimakan dan ga bisa gigit kok dijual? Mending jualan semut Rangrang aja, walo ga bisa dimakan tapi kan bisa gigit…..” Nah itu baru sekelumit cerita tentang pedagang dan konsumen. Intinya sih sebagai konsumen kita juga ga boleh mengadul-adul barang dagangan orang tapi gak beli dengan legitimasi pembeli adalah raja, padahal yang namanya pembeli adalah yang bener2 melakukan transaksi. Tapi juga pedagang emang suka menyebalkan tapi kok kita butuh ya. Jadi seperti hubungan dilematis, benci tapi rindu… klo didepan pedagang kita jadi sok mencibir… “kok mahal banget sih bang, barangnya ga bagus nih dsb…”..tetapi begitu nyampe rumah kita cekikikan seneng karena dapet barang bagus dan murah ampe dipamerin ma temen2 sekantor. Budaya yang aneh dan mungkin bagi kita itu white lie, padahal tetep aja ga etis seperti gak etisnya pedagang yang suka bohong..”waduh klo segitu sih buat kulakannya aja ga nutup Neng..” atau “pokoknya klo ada yang lebih murah ta belinya sendiri deh..dsb..”. Hmmm… ternyata benar juga klo gak ati2 di Pasar bisa jadi tempat kita jual beli dosa.. Selengkapnya...

unTuk sAhabAtT

Ketika dunia terang, alangkah semakin indah jikalau ada sahabat disisi. Kala langit mendung, begitu tenangnya jika ada sahabat menemani. Saat semua terasa sepi, begitu senangnya jika ada sahabat disampingku. Sahabat. Sahabat. Dan sahabat. Ya, itulah kira-kira sedikit tentang diriku yang begitu merindukan kehadiran seorang sahabat. Aku memang seorang yang sangat fanatik pada persahabatan. Namun, sekian lama pengembaraanku mencari sahabat, tak jua ia kutemukan. Sampai sekarang, saat ku telah hampir lulus dari sekolahku. Sekolah berasrama, kupikir itu akan memudahkanku mencari sahabat. Tapi kenyataan dengan harapanku tak sejalan. Beragam orang disini belum juga bisa kujadikan sahabat. Tiga tahun berlalu, yang kudapat hanya kekecewaan dalam menjalin sebuah persahabatan. Memang tak ada yang abadi di dunia ini. Tapi paling tidak, kuharap dalam tiga tahun yang kuhabiskan di sekolahku ini, aku mendapatkan sahabat. Nyatanya, orang yang kuanggap sahabat, justru meninggalkanku kala ku membutuhkannya. “May, nelpon yuk. Wartel buka tuh,” ujar seorang teman yang hampir kuanggap sahabat, Riea pada ‘sahabat’ku yang lain saat kami di perpustakaan. “Yuk, yuk, yuk!” balas Maya, ‘sahabatku’. Tanpa mengajakku Kugaris bawahi, dia tak mengajakku. Langsung pergi dengan tanpa ada basa-basi sedikitpun. Padahal hari-hari kami di asrama sering dihabiskan bersama. Huh, apalagi yang bisa kulakukan. Aku melangkah keluar dari perpustakaan dengan menahan tangis begitu dasyat. Aku begitu lelah menghadapi kesendirianku yang tak kunjung membaik. Aku selalu merasa tak punya teman. “Vy, gue numpang ya, ke kasur lo,” ujarku pada seorang yang lagi-lagi kuanggap sahabat. Silvy membiarkanku berbaring di kasurnya. Aku menutup wajahku dengan bantal. Tangis yang selama ini kutahan akhirnya pecah juga. Tak lagi terbendung. Sesak di dadaku tak lagi tertahan. Mengapa mereka tak juga sadar aku butuh teman. Aku takut merasa sendiri. Sendiri dalam sepi begitu mengerikan. Apa kurangku sehingga orang yang kuanggap sahabat selalu pergi meninggalkanku. Aku tak bisa mengerti semua ini. Begitu banyak pengorbanan yang kulakukan untuk sahabat-sahabatku, tapi lagi-lagi mereka ‘menjauhiku’. “Faiy, lo kenapa sih ? kok nangis tiba-tiba,” tanya Silvy padaku begitu aku menyelesaikan tangisku. “Ngga papa, Vy,” aku mencoba tersenyum. Senyuman yang sungguh lirih jika kumaknai. “Faiy, tau nggak ? tadi gue ketemu loh sama dia,” ujar Silvy malu-malu. Dia pasti ingin bercerita tentang lelaki yang dia sukai. Aku tak begitu berharap banyak padanya untuk menjadi sahabatku. Kurasa semua sama. Tak ada yang setia. Kadang aku merasa hanya dimanfaatkan oleh ‘sahabat-sahabatku’ itu. Kala dibutuhkan, aku didekati. Begitu masalah mereka selesai, aku dicampakkan kembali. “Faiy, kenapa ya, Lara malah jadi jauh sama gue. Padahal gue deket banget sama dia. Dia yamg dulu paling ngerti gue. Sahabat gue,” Silvy curhat padaku tentang Lara yang begitu dekat dengannya, dulu. Sekarang ia lebih sering cerita padaku. Entah mengapa mereka jadi menjauh begitu. “Yah, Vy. Jangan merasa sendirian gitu dong,” balasku tersenyum. Aku menerawang,” Kalau lo sadar, Vy, Allah kan selalu bersama kita. Kita ngga pernah sendirian. Dia selalu menemani kita. Kalau kita masih merasa sendiri juga, berarti jelas kita ngga ingat Dia,” kata-kata itu begitu saja mengalir dari bibirku. Sesaat aku tersadar. Kata-kata itu juga tepat untukku. Oh, Allah, maafkanku selama ini melupakanmu. Padahal Dia selalu bersamaku. Tetapi aku masih sering merasa sendiri. Sedangkan Allah setia bersama kita sepanjang waktu. Bodohnya aku. Aku ngga pernah hidup sendiri. Ada Allah yang selalu menemaniku. Dan seharusnya aku sadar, dua malaikat bahkan selalu di sisiku. Tak pernah absen menjagaku. Kenapa selama ini aku tak menyadarinya? Dia akan selalu mendengarkan ‘curhatanku’. Dijamin aman. Malah mendapat solusi. Silvy tiba-tiba memelukku. “Sorry banget, Faiy. Seharusnya gue sadar. Selama ini tuh lo yang selalu nemenin gue, dengerin curhatan gue, ngga pernah bete sama gue. Dan lo bisa ngingetin gue ke Dia. Lo shabat gue. Kenapa gue baru sadar sekarang, saat kita sebentar lagi berpisah…” Silvy tak kuasa menahan tangisnya. Aku merasakan kehampaan sejenak. Air mataku juga ikut meledak. Akhirnya, setelah aku sadar bahwa aku ngga pernah sendiri dan ingat lagi padaNya, tak perlu aku yang mengatakan ‘ingin menjadi sahabat’ pada seseorang. Bahkan malah orang lain yang membutuhkan kita sebagai sahabatnya. Aku melepaskan pelukan kami. “ Makasih ya, Vy. Ngga papa koki kita pisah. Emang kalau pisah, persahabatan bakal putus. Kalau putus, itu bukan persahabatan,” kataku tersenyum. Menyeka sisa-sisa air mataku. Kami tersenyum bersama. Persahabatan yang indah, semoga persahabatan kami diridoi Allah. Sahabat itu, terkadang tak perlu kita cari. Dia yang akan menghampiri kita dengan sendirinya. Kita hanya perlu berbuat baik pada siapapun. Dan yang terpenting, jangan sampai kita melupakan Allah. Jangan merasa sepi. La takhof, wala tahzan, innallaha ma’ana..Dia tak pernah meninggalkan kita. Maka jangan pula tinggalkannya. Selengkapnya...

EKSEKUSI

Semua yang diinginkan harus jadi miliku. Begitulah biasanya prinsip orang kaya yang kekanak kanakan. Tentunya selalu ada sesuatu yang tidak bisa didapat siapapun dengan uang. Salah satunya kasih sayang dari seseorang. Begitu pula yang dirasakan Andre saat ini. Murid kelas 2 SMA yang super brilian ini mengidamkan Ririn yang selalu menjadi buah bibir para lelaki teman teman sekolahnya. Wanita itu terus membayang bayangi perasaan Andre hingga Andre terganggu. Paras Andre tidak buruk, dia lumayan tampan dan bertubuh proporsional. Tapi yang mungkin menghambatnya dalam mencari hubungan adalah sifatnya yang sedikit memberontak.
Tiap hari sepulang sekolah ia nongkrong berjam-jam bersama teman temanya. Belum lagi yang dilakukanya adalah hal hal tidak bermanfaat seperti merokok atau saling bertukar video porno dalam format video handphone misalnya. Tapi saat ini masih beruntung, Andre masih seperti remaja pada umumnya. Darah dalam tubuhnya belum terkontaminasi dengan narkotika ataupun sex bebas. Pikirnya ya masih adalah peluang Ririn untuk jatuh cinta kepadanya. Namun sifat nakalnya tersebut masih bisa dikategorikan dalam kehidupan remaja pada umumnya. Andre memiliki pola pikir jenius dan tidak bisa ditebak siapa siapa. Tapi inilah yang akan memperburuk ceritanya, satu kecenderungan yang sangat tidak layak untuk anak seusianya, yaitu "Eksekusi". Apa yang dimaksud "eksekusi" disana?Ririn yang menjadi pujaan hati Andre juga tentunya memiliki paras yang cantik, tubuh yang ideal dan mudah bergaul. Sangat beruntung sekali untuk Bayu yang menjadi pacarnya dan sangat menyebalkan sekali untuk Andre yang menjadi pemuja Ririn. Ririn merupakan teman dekat Andre juga, tetapi tidak untuk masalah batin nya. Andre kadang mengantar Ririn pulang kerumah ketika sepulang sekolah mereka. Ririn-pun sering bertanya tanya masalah seputar ilmu komputer dan desain kepadanya. Itulah yang membuat mereka dekat dalam hal tertentu. Namun selagi Andre belum mendapatkan hatinya, ia tidak akan memberinya banyak sesuatu pada Ririn. Meskipun ada dihatinya, tetaplah ia adalah sesuatu yang sangat tidak berguna dipikiranya.
Hingga suatu saat ada murid pindahan dari Ibukota yang menjadi teman sebangku di kelasnya. "Ifal, SMA Karya Bangsa Jakarta" ujar teman barunya. "Andre" sambil bersalaman dan sedikit memberi senyum. "Ndre, di Bandung tempat yang asik dimana nih?" ucap Ifal. Andre hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan itu. Seperti biasa Andre jarang berbicara untuk hal hal yang kurang mempunyai prioritas. Pikirnya, kelak dia akan menemukan jawabanya sendiri. Belum sempat Andre berbicara, pelajaran dikelasnya berlanjut. Hingga waktu pulang tiba melintaslah Ririn di depan mereka yang sedang duduk di bangku sekolah. "Ndre, lu kenal dia ga? wah edan... emang bener kata temen temen gua, cantik cantik cewe di Bandung tuh". "Ya" jawab nya sambil tertawa kecil lagi dan sedikit kecewa. Tidak salah pilih ternyata Andre itu. Memang banyak yang suka pada Ririn.
Langsung saja Ifal memintanya untuk mengenalkan Ririn padanya. "Ya" jawabnya sambil merangkul tas ke bahunya dan pergilah ia ke suatu tempat yang hanya diketahui olehnya. Ifal ditinggalkanya. Namun ekspresi Andre tidak sedikitpun menunjukan ia kecewa, ia malah senang entah kenapa. Saat Andre tiba di tempat dimana ia bisa sendiri, dibakarlah sebatang roko dan duduklah dirinya. Sekelilingnya tiada siapapun kecuali tembok berjamur, lantai kering kecoklatan yang tidak lagi licin dan langit langit yang mulai bolong. Ya, tepat rumah tua yang kosong. Disitulah tempat Andre merencanakan dan melakukan hal yang tidak bisa ditebak oleh orang lain. Apakah ia berpikir tentang Ririn? yang jelas hanya ia dan tuhan yang tahu.
Dekat dekat hari itu Andre membeli beberapa botol minuman keras. "Tumben lu ndre.. Boleh boleh aja, kapan?" kata Bayu. "Plis ya bay, temenin gua. Gua tau tempatnya kok" ajakan dari Andre kepada Bayu untuk menemaninya sejenak berpesta miras. Mungkin untuk menenangkan Andre yang selama ini banyak pikiran. Baru saja satu botol diteguknya, Bayu merasa pusing pusing sedangakan Andre tetap melotot dan baik baik dengan miras ditanganya. Dan akhirnya Bayu tumbeng dan Andre menertawakanya dan melanjutkan meminum miras.
Sambil menghampiri Ririn, "Bayu, Kemana rin?" kata Andre sambil berjalan di sampingnya di keesokan harinya sepulang sekolah. "Ga tau, kalau anak pindahan yang biasa ama kamu kemana Ndre?" tanya balik dari Ririn. "Dia sakit". Dan percakapan mereka pun berakhir hanya sampai disana. Di tengah perjalanan Ririn menuju rumahnya, Ia menerima panggilan dari nomor pacarnya. Dengan ekspresi senang ia mengangkatnya, namun yang didengar Ririn bukanlah ungkapan mesra atau rindu dari Bayu. Didengarnya ia dengan nada gelisah meminta tolong. Bayu bercerita bahwa ia terbangun entah dimana di suatu tempat yang gelap sekali dan tidak bisa pulang. Menyampaikan bahwa kondisi tubuhnya sangat buruk, belum makan dan belum sempat tidur. Ia tidak punya harapan lagi untuk hidup, ia hanya mau menyampaikan pesan terakhirnya ke Ririn. "I love you" ucapnya dan telepon darinya terputus tiba tiba. Ririn pun mendapatkan sedih yang tak berakhir.
Esok harinya, sepulang, Ririn masih membawa kesedihan ke sekolah. Ia duduk sendiri di halaman depan sekolah dengan menunduk ke bawah sambil memainkan rambutnya. Ia masih tidak mengerti apa yang terjadi dengan Bayu dan tentu saja ia cemas. "Sendiri aja Rin?" kata Andre yang menghampirinya. Sedikit senyum Ririn berikan untuk menutupi kesedihanya namun Andre tidak bisa dibohongi akan ekspresinya. Ririn akhirnya mengaku dan menjelaskan masalahnya. "Bayu? aku liat sih kemarin sama Ifal, anak baru itu loh" jelas Andre. Langsung saja Ririn meminta informasi yang Andre ketahui tentang mereka. Andre pun memberitahu kemana mereka pergi kemarin. "Kalo masalah tempat biasanya sih... coba tanya aja ama temen temen yang biasa nongkrong sama Bayu. Paling juga mereka cuma ngeroko atau ga main kartu". Ririn pun setelah mendengar cerita itu ngotot untuk mencari Bayu sendirian. "Ga mau ditemenin?" kata Andre, namun Ririn tidak menjawab langsung pergi sendirian untuk menanyakan dimana tempat yang dimaksud Andre.
Tidak enak rasanya tidak didengar. Sambil memanggil manggil namanya, berlarilah Andre mengejar ngejar Ririn. Bukan sesuatu yang penting rupanya, Andre hanya mau menitipkan sebuah tempat kacamata. "Ini punya Ifal, tolong kasihkan dalamnya ya kalo ketemu". Sempat sempatnya ia di keadaan seperti ini menitipkan barang, pikirnya Ririn. Setibanya di tempat nongkrong Bayu biasanya, Ia pun lalu bertanya mengenai tempat yang dimaksud Andre pada teman temanya. Rupanya di rumah kosong kemarin lah tempat yang dimaksud Andre. Ririn pun mencoba memberanikan diri kesana. Setibanyanya disana Ririn langsung memanggil manggil nama Bayu. Namun ia tidak menemukan apa apa. Terdengarlah suara orang meminta tolong dari sebuah kamar di rumah itu.
Disuguhkan pemandangan yang tidak enak saat Ririn menghampiri sumber suara itu. Dilihatnya Bayu yang tergeletak tak bernyawa dengan pergelangan kakinya yang dirantai dan digembok. Tubuhnya penuh dengan darah, perutnya sobek. Begitupun dengan Ifal tepat disebelahnya yang sedari tadi meminta tolong namun ialah yang masih hidup saat Ririn menjumpai keduanya. "Kamu anak pindahan yang suka ama si Andre kan? Ada apa ini?" tanya Ririn sambil gemetaran memegang wadah kacamata titipan dari Andre. "Tolong... gua juga ga ngerti... bantu gua keluar.." dengan suara yang tidak kuat lagi. Muka Ifal begitu pucat. Tapi Ririn tidak tahu apa yang harus dilakukanya untuk menyelamatkan Ifal.
Setelah Ririn tercengang berpikir cara menyelamatkan Ifal. Mengejutkan! terlihatlah di tembok di belakang Ifal ada perintah yang ditulis oleh Tipe-x "KUNCI GEMBOK ADA DI PERUT BAYU". Ririn gemetaran sambil menunjuk ke arah belakang Ifal. Ifal pun menoleh ke belakangnya lalu menyentak "Yaudah lu ambil aja kuncinya !!". Ririn mana tega mengambilnya, apalagi di dalam perut orang yang disayangnya. "Tenang" jawab Ririn dan lalu ia mengambil sebuah batu dan dihentakan dengan keras ke rantai yang membelenggunya. Perasaan suka Ifal pun menjadi benci terhadap Ririn. "Ga bisa, gua udah coba !! Udah lu ambil kuncinya !! Gua mau balik !!". Terdiamlah Ririn mendengar kata kata yang dilontarkanya dengan keras. Setelah terdiam, Ia sadar ia dititipi sesuatu oleh Andre. Ririn lalu membuka wadah kacamata yang dititipkan Andre. Ternyata bukanlah kacamata yang ada didalamnya. Melaikan sebuah pisau kecil.
Ifal yang juga melihat itu segera merebutnya dan mencoba mengambil kuncinya di dalam perut bayu. Namun Ririn terus menghalang halangi. Digoreskanlah pisau yang direbut ifal tadi pada Ririn. Ririn-pun menyerah dan menjauh. Terpaksa Ririn harus menyaksikan perut pacarnya itu dibelek seperti orang hamil. Rupanya mengapa mereka berdarah darah karena tubuh mereka telah di potong untuk dimasukan kunci. Ririn dari tadi menangis melihat kejadian itu. Isi perut Bayu di obrak abrik oleh Ifal. Usunya berceceran, lambungnya pecah dan pastinya ditemani daging dan darah. Ifal akhirnya berhasil mendapatkan kunci, terlepaslah ia dari belenggu itu. Ia berjalan keluar rumah itu meninggalkan Ririn. Ririn seketika mengambil pisau itu dan dari belakang ditancapkanlah ke kepala Ifal. Akhirnya dendamnya terbalaskan karena telah mengobrak ngabrik tubuh Bayu. Namun Ririn masih menangis kebingungan memikirkan siapa yang tega melakukan semua ini.
Setelah pembunuhan pertamanya, Ririn berniat meninggalkan tempat itu. Namun tak disangka sangka pintu yang dipakai ia masuknya telah digembok pula. Tertulis lagi di tembok di dekatnya "JAWAB YA ATAU GA". Kali ini bukan tertulis oleh Tipe-x tapi oleh Darah. Ia pun seperti tadi, tak mengerti apa maksudnya. Ririn lalu mencari pintu lain, namun tidak ada. Beruntunglah ada sebuah jendela kaca yang masih bisa dipakai melihat keluar. Ririn mencoba memecahkanya. Namun sepertinya jendela itu terbuat dari bahan khusus tidak bisa dipecahkan oleh benda biasa. Bahkan berteriakpun tidak akan terdengar.
Dari luar jendela itu terlihatlah Andre yang membawa kertas bertuliskan "Would you be my girl?". Anda sudah tahu jawaban Ririn, sudah pasti "No" atau tidak. Siapa yang mau menjadikan orang yang menyiksa kita sebagai pacar?. Kali ini Andre benar benar gila. Rupanya ialah yang telah menyusun semua kejadian ini hanya untuk mendapatkan Ririn. Itulah yang dinamakan eksekusi yang dimiliki Andre, menghilangkan dua orang yang menghalanginya mendapatkan Ririn. Tapi sepertinya Andre tidak memikirkan cara itu baik atau tidak. Tapi masihlah memungkinkan bagi Ririn untuk menerimanya jika Ia ingin keluar, mungkin hanya 3 persen. Sambil menangis, Dengan sisa darah di tanganya Ririn menuliskan "No" di kaca itu. Sebagai respon kecewa dari Andre, ditutuplah kaca itu dengan kain hitam agar siapapun tidak bisa melihatnya dan masuk ke rumah itu. Andre segera meninggalkan tempat itu. Kini masalah Andre selesai, ketiganya dibiarkan membusuk di rumah itu.
Selengkapnya...

Minggu, 24 Oktober 2010 | By: r1ezHkha.cHe

"pUisiQw"

aQ adalah pencinta yang mencinta dalam kesepian
merindu dalam hening dan berucap dalam gelisah
dan kau adalah cinta yang aku tuju untuk di cinta
terbungkus dengan pakaian keindahan
sendiri menanti setia,sepi penuh arti karena aku bisa menyapamu dengan khayal
aku adalah gelap malam yang kelam
saat mentari beranjak ke peraduan yang bersinar terang
memberi kelembutan dan cahaya pada malam dan terus berjalan seiring perjalanan malam dan aku ingin seperti bintang
Selengkapnya...